SAcara sarasehan pembentukan kelompok pendukung air susu ibu (KP-ASI) Di selenggarakan di desa Rancang Kencono, Lamongan, pada tanggal 4 Desember 2014, yang dihadiri oleh tim penggerak PKK kabupaten dan PKK kecamatan, puskesmas lamongan serta warga desa rancang kencono kecamatan lamongan terutama ibu hamil dan menyusui serta warga sekitar.

SAcara sarasehan pembentukan kelompok pendukung air susu ibu (KP-ASI) diawali dengan Laporan ketua panitia yang dibacakan oleh Bapak Djuwari, SKM. MMKes selaku kepala bidang pemberdayaan kesehatan masyarakat dan kemitraan Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan.

 

Dilanjutkan dengan pemberian bantuan kepada ibu hamil dan menyusui oleh ibu ketua TP- PKK .

SAcara secara resmi di buka oleh ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lamongan ibu Mahdumah Fadeli, dalam kesempatan tersebut beliau juga memberikan pengarahan tentang pentingnya Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dengan asi ekslusif. Beliau merasa sangat senang dengan adanya acara pembentukan kelompok pendukung air susu ibu (KP-ASI) ini dan beliau berharap KP-ASI dapat dilanjutkan ke seluruh masyarakat di kabupaten lamongan.

SIbu Budi Indrawati, Skm selaku staf seksi gizi Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur juga memberikan pengarahan  tentang legalitas pemberian asi ekslusif dalam rangka peningkatan cakupan asi ekslusif. Beliau menghimbau agar masyarakat hanya memberikan asi ekslusif pada bayi usia 0 – 6 bulan. Serta menghimbau agar ibu hamil rutin untuk memeriksakan kandungan minimal 4 kali .

SAcara kemudian dilanjutkan dengan pemberian materi dengan narasumber ibu Lies Setyowati, Skm. MKes dari dinas kesehatan provinsi jawa timur. Beliau memberikan materi tentang cara memberikan ASI agar memudahkan bayi menyusu.

SLangkah-langkah menyusui yang benar adalah dengan menggendong bayi harus benar, kepala jangan dipaskan siku, dan pastikan jangan hanya kepala bayi yang menghadap badan ibu,tetapi seluruh badan bayi. Asi harus biberikan pada anak sampai usia 2 tahun dan harus diawali dengan Inisiasi Menyusu Dini (IMD).

Beliau juga menyampaikan bagaimana cara menyimpan ASI yang benar agar tidak rusak selama masa penyimpanan sebelum diberikan pada bayi.

Acara diakhiri dengan penanda tanganan komitmen pembentukan kelompok pendukung air susu ibu (KP-ASI) pada papan komitmen oleh ibu Mahdumah Fadeli serta para peserta acara sarasehan. S

S S S S S S S S S S S

 

Dan berikut adalah beberapa dokumentasi kegiatan tersebut :

S S S S S S S S S S S S S S S

 

 

KERANGKA ACUAN SARASEHAN PEMBENTUKAN KELOMPOK PENDUKUNG ASI (KP – ASI) DI JAWA TIMUR

Latar Belakang

Hasil Pemantauan Status Gizi (PSG) Tahun 2012 menunjukkan bahwa di Jawa Timur prevalensi pendek pada balita sebesar 30,1%. Berdasarkan laporan KLB Gizi buruk terdapat sebesar 39,9 % balita gizi buruk disebabkan pola asuh yang kurang tepat.

Pola asuh yang kurang tepat diantaranya adalah pemberian pola makan mulai ibu memberikan ASI Eksklusif yang didahului dengan IMD kemudian memberikan MP – ASI pada bayi setelah berusia 6 bulan dengan kualitas yang tepat masih kurang mendapat perhatian. Hasil penelitian para ahli kesehatan menunjukkan bahwa 22% kematian neonatus dapat dicegah bila bayi melakukan Inisiasi Menyusu Dini.

Salah satu strategi utama perbaikan gizi balita adalah perbaikan pola asuh dan pemberian makanan bayi dan anak yang menekankan pada pemberian ASI Eksklusif kepada bayi 0 – 6 bulan yang diawali dengan melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD), diteruskan dengan MP – ASI yang tepat waktu.

Di Jawa Timur pencapaian target ASI Eksklusif masih mencapai 66% dari 80% target yang ditetapkan sedangkan di kabupaten Lamongan sebesar 85,6%. Dalam rangka meningkatkan penggunaan ASI Eksklusif perlu sekali adanya wadah untuk melakukan diskusi mendapatkan solusi tentang permasalahan pemberian ASI Eksklusif di tingkat desa. Masyarakat harus mempunyai kesadaran atas hak ibu dan bayi dalam memberikan ASI Eksklusif sejak ibu sedang hamil sampai saat menyusui bayinya. Menyampaikan kendala dan mencari solusi yang tepat  yang dapat diatasi di kalangan masyarakat sendiri akan memberikan hasil yang menjamin dapat dilaksanakan masyarakat dan dapat berlangsung secara berkesinambungan.

Dalam rangka membangun kepedulian dan kesadaran masyarakat untuk berperan langsung dalam peningkatan pemberian ASI Eksklusif dipandang perlu untuk melaksanakan Sarasehan pembentukan kelompok Pendukung ASI (KP-ASI) di masyarakat.

 

Tujuan

Meningkatkan komitmen lintas sektor dan lintas program serta masyarakat dalam peningkatan pemberian ASI Eksklusif.

 

PESERTA

Peserta Sarasehan pembentukan kelompok pendukung ASI sebanyak 20 orang yang terdiri dari unsur sebagai berikut :

  • Ketua TP- PKK Kabupaten
  • Lintas program Kabupaten
  • Lintas sektor Kabupaten / Kecamatan
  • Lintas program puskesmas
  • Tokoh Masyarakat
  • PKK desa
  • Kader
  • Ibu Hamil
  • Ibu Menyusui
  • Nenek/ bapak/ anggota keluarga yang bertanggung jawab pengasuhan bayi selain ibu bayi.

MATERI

Materi yang akan disampaikan dalam Sarasehan adalah :

  • Legalitas pemberian ASI Eksklusif
  • Mengapa harus ASI Eksklusif dan langkah – langkah menyusui untuk memudahkan bayi menyusu
  • Langkah – langkah pembentukan kelompok pendukung ASI dan pelestariannya dalam koordinasi dasawisma

 

 

PENYELENGGARA

Penyelenggara Sarasehan Pembentukan Kelompok Pendukung ASI (KP- ASI) adalah Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur

 

PEMBIAYAAN

Biaya yang diperlukan untuk penyelenggaraan sarasehan pembentukan kelompok pendukung Air Susu Ibu (KP-ASI) tersebut dibebankan pada DPA-SKPD Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Tahun 2014.