rsud ngimbang5 rsud ngimbang1

Jika dulu RSUD Ngimbang harus disubsidi agar bisa operasional, kini rumah sakit di Lamongan selatan ini malah berkinerja moncer. Terbukti sampai dengan akhir Juni lalu, RSUD Ngimbang sudah menyumbangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga Rp 2 miliar.

Kinerja itu menurut Dirut RSUD Ngimbang Taufik Hidayat melalui Kabag Humas dan Infokom Mohammad Zamroni terutama didukung peningkatan pelayanan kesehatan, tersedianya peralatan kesehatan dan adanya dokter spesialis yang memadai. “Peningkatan pelayanan ini membuat masyarakat memberi kepercayaan RSUD Ngimbang sebagai tempat untuk melakukan pelayanan kesehatan mereka, “ ujarnya.

“Sebagaimana perintah Bapak Bupati Fadeli, RSUD Ngimbang harus pelayanan yang tidak hanya membahagiakan tapi juga harus memuaskan. Terlebih kepada yang tidak mampu, “ imbuh dia.

Sebagaimana data Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Lamongan, RSUD Ngimbang sampai dengan semester I tahun 2014 telah mencatatkan hasil retribusi daerah sebesar Rp. 2.004.176.871 atau sebesar 62,53 persen dari target APBD 2012 yang ditetapkan sebesar Rp. 3.205.247.500.

Hasil retribusi daerah RSUD Ngimbang tersebut berasal dari Retribusi Jasa Umum yang terdiri dari retribusi pelayanan kesehatan seperti administrasi, tindakan/operasi, rawat inap umum, radiologi, laboratorium, ambulance, lain-lain, askes, dan jamkesmas/jampersal serta Retribusi Jasa Usaha.

Sementara untuk pendapatan secara keseluruhan di Lamongan, pada semester I tahun 2014 ini, Dispenda mencatat dari target Pendapatan Daerah APBD tahun 2014 yang mencapai Rp. 1.775.329.593.050, sampai dengan 30 Juni 2014 telah terealisasi sebesar 55,96 persen atau sebesar Rp. 993.473.220.404.

Realisasi Pendapatan Daerah tersebut terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp. 88.500.733.576 , Dana Perimbangan Rp. 671.346.054.724, dan Lain-Lain Pendapatan Yang Sah Rp. 233.626.432.104.