Rabu ,19 Desember 2012

amp3

Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan indikator yang dipakai dalam menentukan status kesehatan ibu dan anak. Dinas Kesehtan Kabupaten Lamongan mengadakan Pleno AMP(Audit Maternal Perinatal) yang bekerja sama dengan RSUD Dr.Soegiri Lamongan. Unsur peserta yang hadir yakni Dokter dan Bidan dari Puskesmas dan Rumah Sakit baik dari RS Pemerintah maupun Swasta

Direktur RSUD Dr.Soegiri Dr.Yuliarto Dwi Martono,MM.KesAMP bertujuan untuk menjaga dan meningkatkan mutu pelayanan KIA melalui upaya penerapan tata kelola klinik yang baik (clinical governance). Kegiatan ini diharapkan dapat menggali permasalahan yang terkait dengan kejadian kesakitan (morbiditas) maupun kematian (mortalitas) yang disebabkan masalah pasien/keluarga, petugas kesehatan, manajemen pelayanan, maupun kebijakan pelayanan.

Pleno AMP dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kab. Lamongan Drg.Fida Nuraida,M.Kes yang menyampaikan dalam pembukaan Pleno AMP tersebut bahwa Lebih dari separuh kematian bayi (umur 0-12 bulan) terjadi dalam 28 hari pertama setelah lahir (masa neonatal). Untuk mempercepat penurunan Angka Kematian Bayi (AKB), upaya penurunan kematian pada bayi baru lahir (0-28 hari) perlu mendapat perhatian serius.  Salah satu upaya dalam percepatan penurunan AKI dan AKB adalah kegiatan Audit Maternal Perinatal (AMP). Kegiatan AMP mencakup audit terhadap kematian ibu yang disebabkan karena masalah kehamilan, persalinan dan nifas, serta kematian janin/bayi sejak usia kehamilan 22 minggu sampai 28 hari setelah lahir (perinatal dan neonatal).

Kepala Dinas Kesehatan Kab. Lamongan  Drg. Fida Nuraida,M.KesDalam pelaksanaannya, Pleno AMP melibatkan dokter spesialis obsgyn, dokter spesialis anak, bidan/perawat sebagai tim dalam membahas/mengkaji kasus kematian/kesakitan. Hasil audit kematian atau kesakitan ibu dan perinatal/neonatal ini dipakai sebagai pembelajaran bagi semua pihak. Melalui kegiatan ini diharapkan para pengambil kebijakan, pengelola program KIA, pemberi pelayanan di tingkat pelayanan dasar (puskesmas dan jajarannya) dan di tingkat pelayanan rujukan Rumah Sakit maupun masyarakat dapat mengambil pembelajaran/hikmahnya, sehingga masalah yang terbukti berperan dalam menimbulkan kematian dapat dicegah atau tidak terulang lagi.

Dalam Pertemuan Pleno AMP di tutup oleh Direktur RSUD Dr. Soegiri. Dalam penutupannya beliau menyampaikan bahwa Peran Pelayan Kesehatan berperan sebagai penanggung jawab dan dapat melaksanakan AMP secara rutin minimal 4 kali serta melaporkan kasus Kematian Ibu (AKI) maupun Kasus Anka Kematia Bayi (AKB) dalam setahun untuk menjaga mutu pelayanan KIA dengan harapan kasus kasus kematian Ibu maupun bayi tersebut tidak lebih banyak lagi di Kabupaten Lamongan . 

amp4