Bakal Calon Legislatif Ikuti Tes Psikologi di RSUD Dr.Soegiri Lamongan

Sekitar 163 bakal calon anggota legislatif di Kabupaten Lamongan dari berbagai partai politik, mengikuti tes psikologi tertulis pada Sabtu, 7 Juli 2018.

Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Langsung ditangkan dari Surabaya untuk melakukan Tes bertempat di Aula Lt.II RSUD Dr.Soegiri Lamongan itu berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 12.00 Wib. Materi tes psikologi tertulis itu sebanyak 567 item soal.

Dokter Spesialis Kedokteran jiwa Dr.Harsono Wiradinata,Sp.KJ, mengatakan pelaksanaan kegiatan ini hasil keskepakatan dan permintaan partai politik di Kab. Lamongan oleh Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Lamongan Nomor : 190/PL.01.1-PU/3524/KPU-Kab/VI/2018 tentang pengajuan bakal calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lamongan dalam Pemilu 2019 .yang salah satu dari kelengkapan persyaratan sebagai bakal calon legeslatif yakni Surat Keterangan Jasmani dan Rohani.

“Tes itu akan membantu partai politik mendapatkan orang dengan kualifikasi baik, yang tidak hanya cerdas, memiliki jiwa kepememimpinan, mempunyai komunikasi publik yang bagus, tetapi juga bermoral dan siap menjadi anggota legislatif,” katanya

RSUD Dr. Soegiri Lamongan siap kapanpun dalam melayani masyarakat. Masyarakat juga para balon legelatif yang ingin melaksanakan tes secara kolektif, bisa datang langsung ke RSUD dr. Soegiri Lamongan untuk melakukan tes psikologi.

Di tempat lain Plt. Direktur RSUD Dr. Soegiri Lamongan, dr. Taufik Hidayat menambahkan, RSUD Dr. Soegiri Lamongan selain bisa melayani tes psikologi, juga siap melayani tes narkoba. “Parpol perlu memasukkan komponen tes psikologis selain tes wawasan, nalar, fisik, dan medis dalam proses rekrutmen caleg. Penyertaan psikotes untuk menguji psikologis caleg penting dilakukan dan merupakan sebuah kemajuan,” katanya

Koreksi hasil tes psikologi, dilakukan menggunakan komputer sehingga hasilnya bisa cepat di ketahui. Ada sekitar 8-10 item penilaian secara kualitatif. “Sehingga nantinya dapat di ketahui bagaimana sesungguhnya diri kita sendiri. Bahkan, kebohongan-kebohongan kecil pun bisa di ketahui, termasuk motivasinya,” imbuh dr.Taufik. Untuk Test gelombang II dilakukan pada hari Kamis dan Jum’at tgl. 12 dan 13 Juli 2018 di tempat yang sama.

Peserta tes psikologi pada Gelobang pertama , beberapa di antaranya adalah petahana anggota DPRD setempat.Namun dari seratusan lebih peserta tes, didominasi balon legelatif baru. Mereka berasal dari beberapa partai politik seperti PDIP, Golkar, PAN dan Demokrat. (PKRS RSUD Dr. Soegiri Lamongan).

Tingkatkan Tali Silaturahmi Dengan Tradisi Halal Bihalal

Tradisi Halal Bihalal keluarga besar Dr.Soegiri Lamongan yang berlangsung setiap tahun, terus terjaga dengan baik. Acara silaturahim yang kali ini berlangsung H+10 Idul Fitri, mengusung tema “Dengan Halal Bihalal, kita tingkatkan tali silaturahmi untuk bekerja lebih baik dan berakhlak”.Acara tersebut diikuti oleh seluruh pegawai, para dokter, serta jajaran direksi.

Tahun ini, Halal Bihalal kali ini bergabung dengan Komisariat PPNI RSUD Dr. Soegiri Lamongan yang berlangsung Senin (25/6) di Gedung Aula Lt.2 RSUD Dr.Soegiri Lamongan, diikuti tak kurang dari 200 lebih keluarga besar rumah sakit. Dalam sambutannya, dr. Eko Budi Santoso,Sp.PD, selaku Perwakilan Direktur RSUD Dr.Soegiri Lamongan, sekaligus mengajak seluruh pegawai untuk mempersiapkan Persiapan Peleyanan Kedepan yang Lebih baik lagi, Dr. Eko juga menyampaikan terkait dengan peningkatan kualitas pelayanan setelah lebaran , “Bahwa peningkatan kualitas pelayanan ditingkatkan dikarenakan semakin tinggi kunjungan pasien pada saat setelah lebaran. Untuk itu, saya menghimbau semua jajaran dapat meningkatkan kinerjanya. Salah satu indikator mutu pelayanan. Setelah memberikan sambutan,dialnjutkan dengan Ceramaha Agama oleh Bpk Mayor Laut Abd Rokhim HA,S.Kep,SKM,M.Kes. pada sesi Halal Bialal setelah ceramah agama Wadir beserta jajaran direksi lainnya, menyalami Jajaran direksi, para dokter, dan pegawai, telah berbaris rapi dan suasana kekeluargaanpun tercipta. Dari mulai staf hingga jajaran tertinggi rumah sakit berjabatan tangan saling maaf memaafkan, bahkan sesekali berpelukan. Acara Halal Bihalal pun dilanjutkan dengan makan bersama, menikmati hidangan yang telah disediakan. Semoga tradisi yang baik ini dapat terus terjaga .

pada saat acara Halal Bihalal sudah berlangsung lama,serta memaknai di bulan yang penuh fitri ini (PKRS RSUD Dr.Soegiri)

BUPATI LAKUKAN SIDAK KESIAP SIAGAAN MASA CUTI BERSAMA SEBELUM LEBARAN 1439 H DI RSUD Dr.SOEGIRI LAMONGAN

 

Pemerintah menindaklanjuti Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri terkait libur cuti bersama lebaran yang ditetapkan 18 April 2018. Hasil tindaklanjut tersebut menunjukkan tidak ada perubahan waktu libur cuti bersama, namun menghasilkan delapan pertimbangan.
Libur cuti bersama lebaran tetap jatuh pada Cuti bersama itu, tgl 11,12,13,14,18,19 dan 20 Juni 2018  yang telah ditetapkan melalui SKB tiga menteri (Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.
Namun, ketetapan ini dibuat berdasarkan delapan pertimbangan, yakni;
Pertama, pemerintah memastikan pelayanan kepada masyarakat yang mencakup kepentingan masyarakat luas tetap berjalan seperti biasa, seperti Rumah Sakit, maupun lembaga teknis lainnya. lembaga akan menugaskan pegawai yang tetap bekerja untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Bupati Lamongan H.Fadeli dan wakil bupati beserta rombongan didampingi pejabat lingkungan RSUD dr. Soegiri Lamongan melakukan sidak kesiapsiagaan pelayanan kesehatan di RSUD dr. Soegiri Lamongan 11/6/2018. bupati menyampaikan dengan tegas bahwa  Pelayanan Kesehatan tidak mengenal libur. terkait cuti bersama Idul Fitri 2018, pemerintah dalam hal ini sudah menyiapkan langkah-langkah dibidang kesehatan, khususnya untuk mengatasi kesulitan akses pemudik maupun masyarakat membutuhkan pelayanan kesehatan lanjutnya

Dalam pertemuan terpisah Plt.Direktur RSUD dr.Soegiri, dr.Taufik Hidayat juga menyampaikan bahwa pada Kesiapsiagaan sudah menjadi SOP dalam masa apapun. Demikian pula pada masa cuti bersama dan libur lebaran, pelayanan kesehatan tetap berjalan seperi biasa,” tegasnya.
Dalam Sidak itu juga Bupati berkomunikasi dengan sejumlah pasien dan pengunjung Rumah Sakit, terkait pelayanan dan kondisi di Rumah Sakit Umum dr. Soegiri Lamongan.

(Humas RSUD dr.Soegri)

 

 

Pembangunan Zona Integritas

Reformasi birokrasi merupakan salah satu langkah awal untuk melakukan penataan terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan yang baik, efektif dan efisien, sehingga dapat melayani masyarakat secara cepat, tepat, dan profesional. Dalam perjalanannya, banyak kendala yang dihadapi, diantaranya adalah penyalahgunaan wewenang, praktek KKN, dan lemahnya pengawasan.

Sejalan dengan hal tersebut, Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2010 Tentang Grand Design Reformasi Birokrasi yang mengatur tentang pelaksanaan program reformasi birokrasi. Peraturan tersebut menargetkan tercapainya tiga sasaran hasil utama yaitu peningkatan kapasitas dan akuntabilitas organisasi, pemerintah yang bersih dan bebas KKN, serta peningkatan pelayanan publik.

Dalam rangka mengakselerasi pencapaian sasaran hasil tersebut, maka instansi pemerintah (pusat dan daerah) perlu untuk membangun pilot project pelaksanaan reformasi birokrasi yang dapat menjadi percontohan penerapan pada unit-unit kerja lainnya. Untuk itu, perlu secara konkret dilaksanakan program reformasi birokrasi pada unit kerja melalui upaya pembangunan Zona Integritas.

“Zona Integritas (ZI) adalah predikat yang diberikan kepada instansi pemerintah yang pimpinan dan jajarannya mempunyai komitmen untuk mewujudkan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK)/Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) melalui reformasi birokrasi, khususnya dalam hal pencegahan korupsi dan peningkatan kualitas pelayanan publik”. (Permenpan 52 Tahun 2014)

Zona Integritas (ZI) merupakan sebutan atau predikat yang diberikan kepada K/L dan Pemda yang pimpinan dan jajarannya mempunyai niat (komitmen) untuk mewujudkan WBK dan WBBM melalui upaya pencegahan korupsi, reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik. K/L dan Pemda yang telah mencanangkan sebagai ZI mengusulkan salah satu unit kerjanya untuk menjadi Wilayah Bebas dari Korupsi.

Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) adalah predikat yang diberikan kepada suatu unit kerja yang memenuhi sebagian besar manajemen perubahan, penataan tatalaksana, penataan sistem manajemen SDM, penguatan pengawasan, dan penguatan akuntabilitas kinerja. Sedangkan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) adalah predikat yang diberikan kepada suatu unit kerja yang memenuhi sebagian besar manajemen perubahan, penataan tatalaksana, penataan sistem manajemen SDM, penguatan pengawasan, penguatan akuntabilitas kinerja, dan penguatan kualitas pelayanan publik.

Diharapkan melalui pembangunan zona integritas ini unit kerja yang telah menjadi WBK/WBBM dapat menjadi pilot project dan benchmark untuk unit kerja lainnya sehingga seluruh unit kerja tersebut diberikan kebebasan untuk bekerja dengan benar sesuai dengan ketentuan perundangan-undangan. Selain itu Unit kerja berpredikat WBK/WBBM merupakan outcome dari upaya pencegahan korupsi yang dilaksanakan secara konkrit di dalam lingkup Zona Integritas. sumber Artikel :http://pemerintah.net

Sejumlah Punggawa Persela Berbagi Keceriaan di Ruang Anak RSUD Dr. Soegiri Lamongan

Perwakilan Para pemain Persela Lamongan terlihat akrab dan sangat menyayangi Pasien Rawat Inap Anak, khususnya saat mereka berbagi dan memberikan bingkisan kepada para Pasien Ruang Anak di (R. Anggrek) di RSUD Dr. Soegiri Lamongan, Selasa (3/4/2018) siang.

Pada kegiatan berbagi yang diikuti perwakilan pemain dalam skuad berjuluk Laskar Joko Tingkir, didampingi Tim FACA (Forum Aku Cinta Anak) RSUD Dr. Soegiri Lamongan termasuk jajaran manajemen. Mereka tanpa canggung bertukar cerita dan bercengkrama bersama para Pasien Ruang Anak (R. Anggrek).

Ada enam orang pemain terlibat, masing-masing Birrul Walidain, Shohei Matsunaga, Arif Satria, Syahroni, Muhammad Ridwan dan Alexander. Kehadiran mereka cukup menarik perhatian para pasien, keluarga pasien dan pengunjung rumah sakit RSUD Dr. Soegiri Lamongan. Satu persatu pasien anak-anak yang berada di ruang anggrek, didatangi para pemain Persela. Selain memberikan motivasi dan doa supaya anak-anak yang dirawat agar lekas sehat kembali, para pemain Persela juga memberikan balon warna-warni dan bingkisan.

Kedatangan pemain juga menjalin keakraban dengan pasien dan keluarga pasien, sehingga saling berbagi senyuman. Para pemain pun tak luput dari perbincangan dengan orang tua anak.

Pada kegiatan sosial ini mengusung tema Persela Care. RSUD dr Soegiri merupakan jujugan pertama musim ini, sehingga disambut antusias oleh manajemen rumah sakit.

Perwakilan Manajemen RSUD dr.Soegiri Kasubbag Hukum, Organisasi dan Pemasaran Budi Wignyo mengapresiasi kegiatan Persela ini, bahwa persela bukan hanya soal sepakbola, melainkan pula memikirkan sisi lain yang sifatnya berbagi keceriaan terhadap Anak anak untuk tetap bersemangat sehingga pasien tersebut lekas sembuh dengan cara  menjenguk pasien anak-anak yang menjalani rawat inap di Ruang Anggrek RSUD Dr. Soegiri Lamongan

“Senang bisa berbagi keceriaan dengan anak-anak, sebagai seorang pesepakbola sebenarnya kita selalu dalam posisi menguntungkan akan tetapi kita saat ini penting berbagi keceriaan, dan penting bagi kami melakukan itu,” kata Matsunaga.

Dinas Kesehatan dan RSUD Dr.Soegiri Lamongan Gelar Cek Kesehatan Calon Jamaah Haji

Sebanyak 1738 jamaah calon haji asal Kabupatn Lamongan mengikuti rangkaian pemeriksaan kesehatan. Pemeriksaan sekaligus vaksin meningitis di Rumah Sakit Umum Dr.Soegiri Lamongan 26/03 tepatnya di Gedung Gedung VIP (R.Tulip) selama 3 hari.

Ketua Tim Pemeriksaan Jama;ah Haji dari Dinas Kesehatan Kab. Lamongan, dr.Bambang Susilo, mengatakan pemeriksaan itu sebagai syarat untuk menjalankan ibadah haji ke tanah suci. Pemeriksaan kesehatan itu meliputi pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan nadi, tinggi badan, berat badan dan pemeriksaan laboratorium. Sedangkan untuk wanita usia subur, dilakukan tes kehamilan. Sementara semakin bertambahnya Calon Jama’Haji di kabupaten Lamongan ini pemeriksaan akan diadaka selama 4 hari mulai tgl 26 s/d 29 lanjut dr.Bambang,

Selain itu, untuk calon jemaah haji yang butuh pengobatan lanjutan, akan dirujuk ke dokter spesialis di rumah sakit tersebut. ”Setelah semua tahapan general chek up selesai, maka jamaah akan diberikan vaksin meningitis. Kecuali bagi jamaah yang sedang mengandung,”terangnya. Dari hasil pemeriksaan jamaah tersebut seluruh jamaahnya dinyatakan lolos tes kesehatan.

”Ketika dinyatakan lolos, jamaah diberikan Buku Kesehatan Jamaah Haji (BKJH) yang kemudian diverifikasi ke sistem komputerisasi haji terpadu kesehatan,” katanya.

Dijelaskan dr. Eko, setelah melakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh itu, terdapat beberapa jamaah calon haji melakukan pemeriksaan lanjutan untuk penyakit dalam. ”Beberapa jamaah juga ada yang dirujuk. Jamaah mendapatkan obat kesehatan supaya lancar dan sehat saat menunaikan ibadah haji,” ucapnya. (PKRS RSUD Dr.Soegiri Lamongan)

Minggu Ceria bersama RSUD Dr. Soegiri Semakin Diminati Warga

Kegiatan Minggu Ceria (Mince) yang rutin digelar setiap Minggu pagi di Alun- alun Lamongan semakin banyak diminati masyarakat. Tak hanya pecinta olah raga, seperti senam, maupun bola basket. Sejumlah warga masyarakat di Kota Lamonngan menikmati Minggu Ceria (MINCE) di lokasi bebas pengendara. Tepatnya di Sekitar Alun-alun , yang selama ini menjadi salah satu pusat kegiatan warga bersantai bersama keluarga di kota Lamongan, pada hari Minggu (25/03/2018)

Kali ini RSUD Dr.Soegiri dalam MINCE kedua kalinya memeriahkan acara tersebut seperti  pada MINCE pertama dengan menggelar Pelayanan Kesehatan Gratis yakni : Pelayanan Kesehatan Dasar, Pemeriksaan gula darah, Kolesterol dan Asam urat. Animo peserta kesehatan ini dapat dikatakan semakin diminati hal ini dapat dilihat oleh antrian peserta sebelum stand kesehatan ini berdiri dan sedang beroperasi. Pemeriksaan yang dilakukan oleh para dokter sangat professional melihat membludaknya peserta, cuaca yang panas, dan kesabaran mereka dalam menjawab pertanyaan para peserta terkait edukasi kesehatan secara singkat.

Program ini setiap minggunya akan dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Lamongan.dengan pelayanan bagi masyakata Kabupaten Lamongan khususnya Kiranya semakin banyak orang yang mulai peduli dan betul-betul melaksanakan program kesehatan bagi diri sendiri dan orang lain. Khususnya harapan kita melalui kegiatan ini maka melalui upaya pendekatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, maka kesehatan dapat semakin tersebar dan bertumbuh bagi setiap orang di masyarakat terutama di Kab. lamongan.(PKRS RSUD Dr.Soegiri Lamongan)

Hari Ginjal Sedunia 2018 RSUD Dr. Soegiri Lakukan Diskusi Edukatif dengan Pasien

Hari Ginjal Sedunia (World Kidney Day) yang dirayakan setiap tanggal 8 Maret, bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya ginjal kita, terhadap keseluruhan kesehatan kita, dan untuk mengurangi frekuensi dan dampak penyakit ginjal dan masalah kesehatan yang terkait di seluruh dunia.  Tema tahun 2017 adalah Penyakit ginjal dan obesitas, sedangkan tahun 2018 adalah Ginjal dan Kesehatan Wanita: Libatkan, Bernilai, dan Berdayakan

Pada bulan yang sama (9/3 2018) di Ruang Hemodialisa RSUD Dr. Soegiri Tim Perawat Dialisis dan Dokter Spesialis Penyakit Dalam dr.Eko Budi Santoso,Sp.PD selaku Kepala   Instalasi HD RSUD Dr.Soegiri Lamongan, Lakukan Penyampaian materi eduktaif tentang Kesehatan  ginjal. Dalam penyampaian materi,  beliau mengatakan bahwa Ginjal memiliki peran yang sangat penting bagi tubuh yakni menjaga komposisi darah dengan mencegah menumpuknya limbah dan mengendalikan keseimbangan cairan dalam tubuh, menjaga level elektrolit seperti sodium, potasium dan fosfat tetap stabil.

Selain itu, ginjal juga berperan dalam memproduksi hormon dan enzim yang membantu dalam mengendalikan tekanan darah, membuat sel darah merah dan menjaga tulang tetap kuat,oleh sebab itu “Deteksi dini amat penting. Sebagian besar orang tak mengeluhkan, biasanya keluhan timbul saat fungsi ginjalnya sudah terganggu,” tukasnya. Dalam acara tersebut Tim dari Instalasi Gizi juga memberikan materi tentang diet Gizi kepada pasien yang mengalami ganguan ginjal, dilanjutkan dengan pemberian tali asih bagi pasien yang lahir bertepangan dengan Hari Ginjal Sedunia  pada tanggal 8 Maret dan Foto bersama.

Momentum Hari Ginjal Sedunia (World Kidney Day) dan Hari Perempuan Internasional (International Women’s Day) Kamis, 8 Maret 2018 yang diperingati pada hari yang sama, mengingatkan kita akan pentingnya kesehatan perempuan dan khususnya kesehatan ginjal mereka. Selain itu, Hari Ginjal Sedunia ke 13 tahun 2018 ini, menganjurkan akses yang terjangkau dan merata kepada edukasi atau pendidikan kesehatan, layanan kesehatan, dan pencegahan penyakit ginjal, khususnya bagi semua wanita dan anak perempuan di seluruh dunia. (PKRS RSUD Dr.Soegiri Lamongan)

Minggu Ceria (MINCE) RSUD Dr. Soegiri Gelar Pelayanan Kesehatan Gratis

Sejumlah warga masyarakat di Kota Lamonngan menikmati Minggu Ceria (MINCE) di lokasi Car Free Day (CFD). Tepatnya di Sekitar Alun-alun , yang selama ini menjadi salah satu pusat kegiatan warga bersantai bersama keluarga maupun kegiatan komunitas remaja di kota Lamongan, pada hari Minggu (25/02/2018).

“Saat ini banyak warga masyarakat Kota Kisaranyang sadar akan kesehatan. Namun kita harus tetap mendekatkan pelayanan kesehatan bagi masyatakat, misalnya di lokasi CFD seperti sekarang.Hal tersebut dikarenakan pada saat ini masyatakat sudah banyak yang peduli terhadap kesehatan. Mereka juga senang bila diajak diskusi soal kesehatan dan tidak sedikit memeriksakan kesehatannya sejak dini. “Untuk itulah, layanan kesehatan harus tetap didekatkan pada mereka.

Dalam acara Minggu ceria  di Kota Lamongan ini juga diikuti oleh semua lembaga pelayanan  yang ada di Kota Lamongan. Bahkan, sejumlah warga yang mengikuti CFD tampak antusias ketika ada layanan pemeriksaan kesehatan atau pelayanan lain secara gratis di lokasi tersebut.

RSUD Dr.Soegiri turut memeriahkan acara tersebut dengan menggelar Pelayanan Kesehatan Gratis yakni : Pelayanan Kesehatan Dasar, Pemeriksaan gula darah, Kolesterol dan Asam urat. Animo peserta kesehatan ini dapat dikatakan cukup baik dan banyak yang ikut, hal ini dapat dilihat oleh antrian peserta sebelum stand kesehatan ini berdiri dan beroperasi. Pemeriksaan yang dilakukan oleh para dokter sangat professional melihat membludaknya peserta, cuaca yang panas, dan kesabaran mereka dalam menjawab pertanyaan para peserta terkait edukasi kesehatan secara singkat.

Berakhirnya kegiatan ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Tim PKRS RSUD Dr. Soegiri Lamongan dan peserta kegiatan. Panitia melalui kegiatan ini dapat melakukan pelayanan yang baik dan memberikan edukasi kesehatan bagi sebagian masyarakat Kab. Lamongan. Peserta pun boleh senang karena mereka dapat mengetahui kondisi kesehatan mereka secara gratis dan edukasi yang diberikan oleh para dokter.

 

Program ini setiap minggunya akan dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Lamongan. Kiranya melalui kegiatan ini semakin banyak orang yang mulai peduli dan betul-betul melaksanakan program kesehatan bagi diri sendiri dan orang lain. Khususnya harapan kita melalui kegiatan ini maka melalui upaya pendekatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, maka kesehatan dapat semakin tersebar dan bertumbuh bagi setiap orang di masyarakat terutama di Kab. lamongan.(PKRS RSUD Dr.Soegiri Lamongan)

RSUD Dr.SOEGIRI RAIH NILAI SAKIP DENGAN PREDIKAT “A” (MEMUASKAN)

Naiknya predikat SAKIP Lamongan seperti yang disampaikan oleh bupati H Fadeli,  ini menunjukkan manajemen berbasis kinerja yang diterapkan berjalan semakin baik, efektif dan efisien, dan akuntabilitas Pemkab Lamongan dalam penggunaan anggaran telah berorientasi pada hasil dan kinerja.

Pada kegiatan penyerahan laporan hasil evaluasi akuntabilitas pemerintah RSUD Dr. Soegiri memperoleh predikat Nilai Kategori A (Memuaskan) atas prestasinya dalam penerarapan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Th. 2017.

Selain itu, Penilaian akuntabilitas kinerja ini dilakukan guna mengidentifikasi instansi pemerintah dalam mempertangungjawabkan hasil atau manfaat dari seluruh penggunaan anggaran negara/daerah secara efektif, efisien dan ekonomis.

Bupati Fadeli selama ini mengawal langsung peningkatan kualitas birokrasi Pemkab Lamongan melalui evaluasi SAKIP. Setiap Kepala OPD diperintahkan Bupati Fadeli agar memaparkan secara pribadi rumusan SAKIP dihadapannya.

“Beliau ingin memastikan bahwa anggaran yang disampaikan hanya digunakan untuk membiayai program prioritas yang mendukung pencapaian tujuan pembangunan,”

Selain itu, penerapan e-governemnt saat ini semakin di perluas untuk berbagai kegiatan di Pemkab Lamongan. Mulai dari penyusunan anggaran, pelaksanaan, hingga evaluasinya.(PKRS RSUD Dr. Soegiri Lamongan)