Peringati HUT ke 31 RSUD dr Soegiri Gelar Senam dan Seminar Diabetes Awam Gratis

Rumah Sakit Umum Daerah dr Soegiri Kabupaten Lamongan menggelar senam dan seminar diabetes awam gratis bagi para masyarakat Kabupaten Lamongan. Kegiatan tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati hari jadi ke 31 RSUD dr Soegiri yang jatuh tepat pada hari ini Senin 21 Agustus.

Kegiatan yang dipunggawai oleh Club Diabetes RSUD dr Soegiri ini dilaksanakan pada hari Sabtu (19/8/2017) yang di awali dengan senam pagi bersama, kemudian dilakukan senam kaki dan seminar diabetes awam.

“kegiatan ini dimulai dengan senam pagi, senam kaki dan dilanjut dengan seminar, ” Kata dr Dyah Mayasari Ketua Club Diabetes RSUD dr Soegiri, Sabtu (19/8/2017).

Menurut dr Dyah, masyarakat Lamongan sangat antusias dalam mengikuti rentetan acara yang dilakukan oleh Club Diabetes RSUD dr Soegiri yang diselenggarakan di aula lantai 2 RSUD dr Soegiri Lamongan ini.

“Para peserta terlihat sangat antusias saat mengikuti kegiatan ini, terlihat dari timbulnya banyak pertanyaan dari peserta mengenai penyakit diabetes, bahkan peserta bukan hanya para penderita diabetes, yang bukan penderita pun juga ikut hadir, ada yang dari Laren, Kembangbahu dan lainnya, ” ucapnya.

Dalam seminar diabetes awam tersebut,  dr Dyah menyampaikan beberapa materi diantaranya beberapa faktor yang dapat menimbulkan penyakit diabetes. ” ada faktor keturunan,  Gaya Hidup,  Stress,  dan pola makan, ” terangnya.

Selain itu,  dr Dyah juga menerangkan mengenai gejala-gejala yang dialami penderita diabetes. “Diantaranya terganggunya pengelihatan,  adanya luka yang tak kunjung sembuh, merasa haus yang berlebihan, hal itu harus diwaspadai, ” jelasnyan.

Lebih lanjut dr Dyah menerangkan mengenai Club Diabetes RSUD dr Soegiri Lamongan yang bermula dari keinginan membentuk sebuah komunitas khusus penderita diabetes agar mendapat perlakuan yang sama dan setara seperti orang sehat pada umumnya.

“Seperti berbagi info , sharing, tanya-jawab masalah kesehatan sampai mencoba tips kuliner yang tentunya semua diperuntukkan khusus bagi penderita diabetes. Hadirnya club diabetes ini diharapkan dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan secara cepat dan membagi info langsung pada anggotanya,” terang dr Dyah yang juga merupakan dokter spesialis penyakit  dalam.

Namun, lanjut dr Dyah kehadiran Club Diabetes bukan hanya untuk penderita diabetes saja, melainkan semua orang dapat serta turut ambil bagian demi penanganan diabetes yang lebih baik lagi di Indonesia.

“Bagi non-penderita akan mendapatkan info dan pencegahan supaya dapat terhindar dari diabetes serta diharapkan dapat berpartisipasi dalam penanganan masalah-masalah diabetes yang ada sekarang ini dengan peran serta aktif dalam kegiatan-kegiatan penanganan diabetes,” ujarnya.

Dengan adanya Club Diabetes RSUD dr Soegiri ini,  sambung dr Dyah diharapkan dapat menginspirasi penderita diabetes yang tergabung dalam Lingkungan RSUD dr Soegiri maupun di luar untuk tidak lagi merasa malu dan tabu untuk mengakui keadaannya.

 

Ramah Tamah dan Perpisahan Bersama Direktur RSUD Dr. Soegiri Lamongan

Kamis, 27/7/2017

 

Kamis 24 Juli 2017 pukul 12.00 WIB, RSUD Dr. Soegiri Lamongan mengadakan acara ramah tamah dan perpisahan bersama direktur RSUD Dr. Soegiri Lamongan dr. Yuliarto Dwi Martono, MM.Kes. Acara dilaksanakan di Graha Bhineka Karya (Gedung Korpri) Lamongan. Acara ini dihadiri oleh jajaran direksi beserta para dokter dan Kepala Bagian / Unit / Instalasi RSUD Dr. Soegiri Lamongan. dr. Yuliarto Dwi Martono, MM.Kes resmi berhenti menjabat sebagai direktur RSUD Dr. Soegiri Lamongan.

Dalam Sambutan yang diberikan pada perpisahan itu dr. Yuliarto Dwi Martono, MM.Kes mengucapkan rasa terima kasihnya kepada seluruh keluarga besar RSUD Dr. Soegiri Lamongan yang telah memberikan kepercayaan terhadap beliau selama menjabat selama 5 tahun sebagai Direktur RSUD Dr. Soegiri Lamongan. Beliau juga menambahkan harapannya semoga RSUD Dr. Soegiri Lamongan akan semakin baik lagi.

Terima kasih dr. Yliarto Dwi Martono, MM.Kes atas arahan dan bimbingan selama ini sehingga kami seluruh civitas RSUD Dr. Soegiri Lamongan bisa belajar dari beliau, M.Kes tentang memotivasi perjuangan yang gigih, semangat totalitas dan integritas.

Komdik RSUD Dr. Soegiri Lamongan Gelar Seminar Ilmiah

Soegiri News

 

Sukses seminar Kesehatan telah dilaksanakan oleh Komite Medik RSUD Dr. Soegiri bekerja sama dengan pihak terkait mendatangkan pembicara Dr.dr.Gatot Soegiarto,Sp.PD, KAI dengan materi Laboratory Trst for Autoimmune Disease : New Screening and Diagostic Tool  yang merupakan Dokter Spesialis Konsultan Alergi dan Imunologi RSUD Dr. Soetomo Surabaya dan Agnes Hartati,SKM,M.Kes dengan pemateri Method of Test For Diagnosis of Autoimmune Disease dirangkum dengan nama Kegiatan Seminar Ilmiah “Current Laboratory Aspect of Autoimmune Disease Diagnosis” . Sabtu 8/7/2017 di Aula Lt.2 RSUD Dr.Soegiri Lamongan.

Tentunya mau bagaimanapun juga orang tidak akan sayang dengan penyakitnya, tentu tidak ada seorangpun yang menginginkan dirinya menjadi sakit apalagi jika seumur hidup. Namun dengan mengenal penyakitnya, orang / kita akan lebih bisa menerimanya dan hidup dengannya. Itu adalah langkah awal dalam penanganan penyakitnya, kata pembuka dari Moderator dr.Abdur Rahman, Sp.PD untuk mengawali diskusi .

Pada acara Seminar Ilmiah ini  dibuka oleh Direktur RSUD Dr. Soegiri Lamongan yang diwakili oleh Wadir Pelayanan dan Penunjang dr.Eko Budi Santoso,Sp.PD serta dihadiri oleh Ketua IDI Lamongan dan peserta baik dokter maupun pemerhati Penyakit Auto Immune di Lamongan.

Penyakit autoimun adalah penyakit dimana sistem kekebalan tubuh seseorang menyerang jaringan sehat orang tersebut sendiri. Sistem kekebalan tubuh atau disebut sistem imun berfungsi untuk melindungi tubuh dari ‘ancaman’ yang dapat membahayakan tubuh seperti bakteri dan virus. Sistem imun pada penderita autoimun tidak bisa membedakan antara jaringan yang sehat dan ‘ancaman’, ‘self’ dan ‘nonself’. Sistem imunnya diaktifkan untuk melawan jaringan sehat penderitanya sendiri. Penyebab terjadinya kesilapan tersebut hingga saat ini belum diketahui meskipun beberapa teori telah diutarakan. Teori yang cukup sering diungkapkan adalah virus sebagai pemicu pada individu yang rentan secara genetik, namun hingga sekarang teori ini belum dapat dibuktikan betul. Hal ini bukan berarti penyakit autoimun adalah penyakit menular karena bukan virusnya yang menyerang dan menjadikan penyakit tapi memicu sistem imun menyerang sehingga menjadi penyakit. Kelainan genetik telah banyak dibuktikan terkait dengan penyakit autoimun, namun hanya menyebabkan kerentanan seseorang terkena penyakit autoimun, sebagai faktor risiko dan bukan sebagai pemicu. Adanya riwayat keluarga dengan penyakit autoimun bisa membantu mendukung diagnosis penyakit autoimun pada seorang individu yang dicurigai menderita penyakit autoimun meskipun tidak sama jenisnya.

Pemateri dalam diskusi ini menambahkan bahwa Dalam dalam hal perkembangan dunia medis barat, belum didapatkan obat yang dikatakan dapat menyembuhkan penyakit autoimun, namun penelitian terus dikembangkan untuk itu. Meskipun begitu, penyakit ini dapat dikontrol dengan obat-obatan yang ada, di non-aktifkan, ‘di buat tidur’ yang disebut penyakitnya remisi. Jika remisi bisa dicapai maka progesifitas penyakitnya dapat ditekan atau dilambatkan. Pencapaian remisi ini tidaklah mudah oleh karenanya penyakit ini lama di derita atau disebut kronik. Penanganan untuk penyakit autoimun adalah tergantung dari masing-masing jenisnya. Tiga penanganan utama penyakit autoimun diantaranya adalah untuk mengatasi gejala atau disebut simtomatik, untuk mengganti zat vital yang sudah tidak bisa lagi cukup diproduksi tubuh atau mempertahankan fungsi sistem organ, serta untuk menekan sistem imun penderitanya. Kelainan ini dapat sebatas jaringan pada suatu organ tertentu atau jaringan pada beberapa bagian tubuh hingga sistem menyeluruh (sistemik). Tidak jarang seseorang menderita lebih dari satu penyakit autoimun sehingga membuat kondisi orang tersebut lebih kompleks. Penyakit autoimun dapat terjadi pada semua individu di usia berapapun meskipun umumnya lebih sering pada usia produktif serta lebih sering pada wanita daripada pria.

Antusias beragam pertanyaan untuk pemateri rata-rata dari kasus kasus yang di tangani oleh tenaga medis maupun pemerhati Penyakit Auto immune yang diwakili oleh Ketua Yayasan Graha Kupu Kab. Lamongan. Dengan harapan penyakit Auto Immune ini bisa teratasi sehingga tidak terjadi lebih banyak lagi pada kasus yang sama. (PKRS RSUD Dr. Soegiri Lamongan)

Tingkatkan Tali Silaturahmi Dengan Tradisi Halal Bihalal

Tradisi Halal Bihalal keluarga besar Dr.Soegiri Lamongan yang berlangsung setiap tahun, terus terjaga dengan baik. Acara silaturahim yang kali ini berlangsung H+6 Idul Fitri, mengusung tema “Dengan Halal Bihalal, kita tingkatkan tali silaturahmi untuk bekerja lebih baik dan berakhlak”.Acara tersebut diikuti oleh seluruh pegawai, para dokter, serta jajaran direksi.
Tahun ini, Halal Bihalal yang berlangsung Senin (3/7) di Gedung Aula Lt.2 RSUD Dr.Soegiri Lamongan, diikuti tak kurang dari 200 keluarga besar rumah sakit. Turut hadir Dharma Wanita Persatuan RSUD Dr.Soegiri Lamongan. Dalam sambutannya, dr. Yuliarto Dwi Martono,, MM.Kes selaku Direktur RSUD Dr.Soegiri Lamongan, sekaligus mengajak seluruh pegawai untuk mempersiapkan Persiapan Peleyanan Kedepan yang Lebih baik lagi, Direktur juga menyampaikan terkait dengan peningkatan kualitas pelayanan setelah lebaran , “Bahwa peningkatan kualitas pelayanan ditingkatkan dikarenakan semakin tinggi kunjungan pasien pada saat setelah lebaran. Untuk itu, saya menghimbau semua jajaran dapat meningkatkan kinerjanya. Salah satu indikator mutu pelayanan adalah dengan terakreditasinya kita pada akreditasi nasional KARS. Setelah memberikan sambutan, Direktur Utama beserta jajaran direksi lainnya, menyalami Jajaran direksi, para dokter, dan pegawai, telah berbaris rapi dan suasana kekeluargaanpun tercipta. Dari mulai staf hingga jajaran tertinggi rumah sakit berjabatan tangan saling maaf memaafkan, bahkan sesekali berpelukan. Acara Halal Bihalal pun dilanjutkan dengan makan bersama, menikmati hidangan yang telah disediakan. Semoga tradisi yang baik ini dapat terus terjaga .
pada saat acara Halal Bihalal sudah berlangsung lama,serta memaknai di bulan yang penuh fitri ini (PKRS RSUD Dr.Soegiri)

Tingkatkan Pelayanan Maksimal Pasca Cuti Bersama

Senin, 2 Juli 2017

Selama cuti libur pada bulan Juni, PNS (Pegawai Negeri Sipil) di lingkungan Pemkab Lamongan telah mendapatkan jatah libur yang cukup panjang, dua kali cuti bersama . Dan. para abdi Negara ini, mulai Senin  (03/07/2017) pagi, resmi memasuki hari pertama masuk kerja untuk memulai aktivitas rutinnya pasca libur lebaran.

Saat memasuki kerja rutin dimulai, Pemkab Lamongan me-warning bagi PNS untuk tidak mengambil cuti tambahan. Bahkan, jika staf mengajukan tambahan cuti dengan mempergunakan hak cuti tahunan, hal itu ditegaskan tidak akan diberikan.

Penegasan itu disampaikan oleh Wakil Direktur Pelayanan dan Penunjang RSUD Dr. Soegiri (Dr. Eko Budi Santoso, Sp.PD) seusai apel pagi pertama masuk kerja, sekitar pukul 07.00 tadi. Dikatakannya, sidak kemungkinann akan dilakukan oleh Bupati Lamongan beserta jajarannya pada jam Pelayanan dan menyiapkan Pelayanan Maksimal . Tujuannya Memberikan kemudahan dan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat kabupaten Lamongan yang memerlukan perawatan rawat inap di RSUD Dr.Soegiri Lamongan sesuai Klas karena sudah ada penambahan gedung rawat inap baru.

”Dan mulai hari ini, aktivitas rutin untuk pelayanan publik di berbagai baik Poli, Ruangan serta Intalasi di Lingkungan RSUD Dr. Soegiri, sudah harus normal kembali,” tegasnya.

Penerimaan Penempatan Dokter Internship Th. 2017 di RSUD Dr.Soegiri Lamongan

Internship merupakan suatu program magang bagi dokter yang baru menyelesaikan masa pendidikan profesi, dengan tujuan untuk menerapkan kompetensi yang diperoleh selama pendidikan, secara terintegrasi, komprehensif, mandiri serta menggunakan pendekatan kedokteran keluarga dalam rangka pemahiran dan penyelarasan antara hasil pendidikan dengan praktik di lapangan.
Sedangkan mereka yang disebut sebagai peserta program Internsip, tak lain adalah dokter yang telah lulus program studi pendidikan dokter dan telah lulus uji kompetensi namun belum mempunyai kewenangan untuk praktik mandiri.
Program Internship Dokter Indonesia (PIDI) wajib dilaksanakan oleh dokter lulusan baru dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK)
Di RSUD Dr.Soegiri menerima kedatangan Dokter Internship yang sudah di sebar kedaerah termasuk Kabupaten Lamongan. dari 18 dokter muda tadi siang (8/6/2017) diterima langsung oleh Direktur ,Wadir serta Kabag dan Subbag di lingkungan RSUD Dr.Soegiri Lamongan.
Dalam perkenalan direktur dalam kesempatan menyampaikan bahwa Tujuan utama dari program ini adalah Meningkatkan kesempatan dokter baru lulus program studi, dokter untuk mengaplikasikan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperoleh selama pendidikan dalam rangka pelayanan primer dengan pendekatan kedokteran keluarga kepada pasien, dalam rangka penyelarasan antara hasil pendidikan dengan praktik di lapangan dalam kemahiran melayani pasien secara professional serta Pemenuhan kebutuhan dokter di fasilitas pelayanan kesehatan.
Pengenalan atau orientasi kemarin dibimbing oleh  Dr. Maya H dan Dr.Ifadatul Waroh untuk memperoleh pengarahan serta tugas praktek di RSUD Dr.Soegiri Lamongan selama 3 minggu bergantian selama 1 tahun. (mim)

Calon Pegawai BLUD Non PNS RSUD Dr. Soegiri Lamongan Akhiri Masa Orientasi

RSUD Dr. Soegiri News – Para Pegawai BLUD RSUD, dalam mengenal bagian-bagian apa saja yang ada di RSUD tersebut sudah mengakhiri masa orientasi . Acara berlangsung di Aula Lt.2 RSUD Dr.Soegiri Lamongan dihadiri oleh Wadir Pelayanan dan Penunjang, Kabid Yanper dan Kaba Umum dan Kepegawaian pada hari Rabu 31/5 sekaligus penyerahan SK pegawai secara simbolis yang diwakili oleh Wadir Pelayanan dan Penunjang Dr. Eko Budi Santoso,Sp.PD.

Sementara itu  Wadir Pelayanan dan Penunjang Dr. Eko Budi Santoso,Sp.PD, dalam sambutannya menyampaikan bahwa RSUD Dr. Soegiri merupakan Rumah Sakit yang menjadi rujukan bagi Rumah Sakit lain, Puskesmas. Selain itu tidak hanya rujukan yang ada di Kabupaten Lamongan, namun juga dari Kabupaten lain seperti Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Tuban.

Menurut Wadir Pelayanan dan Penunjang bahwa saat ini jumlah tenaga kerja sebanyak 683 orang dan penambahan pegawai BLUD sebanyak 88 orang. Jumlah Fasilitas Tempat tidur ssat ini berjumlah 289 Tt  dan mudah-mudahan bisa maksimal untuk memenuhi pelayanan kesehatan . Pada kondisi tersebut diupayakan penambahan pegawai agar mendekati standard secara bertahap.

Lebih jauh Kabag Umum dan Kebegawaian Dina Ariyani, S.Psi mengatakan, bahwa rekruitmen pegawai BLUD yang telah dilaksanakan di RSUD Dr. Soegiri Lamongan , jumlah formasi Tenaga perawat yang dibutuhkan sudah memenuhi lolos seleksi administrasi dan kompetensi dasar serta layak sebagai tenaga keperawatan di RSUD Dr. Soegiri Lamongan .PKRS RSUD Dr.Soegiri Lamongan

 

 

RSUD LAKUKAN KEGIATAN BHAKTI SOSIAL HJL KE-448

RSUD Dr. Soegiri beserta OPD lainnya  berpartisipasi dalam rangka Hari Jadi Lamongan (HJL)ke-448 ,Jum’at tgl.19 Mei 2017 ,Tepatnya pada saat Senam bersama seluruh OPD, di Alun – alun Kota Lamongan.  RUD Dr. Soegiri memberikan layanan gratis dalam kegiatan  HJL ke-448 yang telah dilaksanakan di Alun-alun.  diantaranya, Donor Darah, Pemeriksaan GDA (Gula Darah Acak) dan Konsultasi Kesehatan . Kegiatan ini juga diadakan Pemasangan KB  Inplan oleh petugas PLKB Kab. Lamongan serta di adakan lomba – lomba yakni  Lari Kelereng dan nyunggi tampah oleh tim penggerak PKK dan Dharma Wanita Kab. Lamongan .Dalam Kesempatan bupati Lamongan Fadeli,SH,MM serta Wakil Bupati Hj. Kartika Hidayati serta rombongan PKK dan Dharma Wanita pada acara  di hadapan para pengunjung  atau masyarakat yang hadir dalam acara bakti sosial menyampaikan, bahwa bakti sosial Hari Jadi Lamongan (HJL) ini sebagai bentuk kepedulian Pemerintah terhadap masyarakat khususnya Kab. Lamongan.

Bupati juga mengucapkan terima kasih pada masyarakat yang berpartisipasi tinggi dalam pembangunan di kab Lamongan diantaranya Program Kesehatan dan lingkungan sehingga meraih prestasi dalam memajukan program Kab. Lamongan berjalan sesuai rencana..

Kegiatan Bakti Sosial ini merupakan salah satu bentuk kepedulian RSUD Dr. Soegiri terhadap kesehatan masyarakat. Masyarakat terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan bakti sosial ini, dilihat dari jumlah masyarakat mengunjungi Tribun yang sudah mengantri untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Banyak sekali masyarakat yang mengungkapkan kegembiraannya karena mereka merasa sangat terbantu dengan adanya layanan pemeriksaan dan pengobatan gratis ini. PKRS RSUD Dr.Soegiri Lamongan .

 

Hari Kartini di Lingkungan RSUD Dr.Soegiri Lamongan

Banyak cara dilakukan Intansi untuk memperingati Hari Kartini. Seperti misalnya berkebaya ala Kartini atau menggelar kegiatan lainnya.

Namun berbeda dengan yang dilakukan oleh Karyawan / karyawati RSUD Dr. Soegiri Lamongan. Memperingati Hari Kartini 21 April 2017 ini, selain dengan mewajibkan seluruh karyawan perempuannya mengenakan kebaya, pihak manajemen juga membagi-bagikan Coklat atau Sivenir lain kepada pasien dan keluarga pasien.

Seperti disampaikan Oleh salah satu karyawan, melalui rilis yang diterima , Jumat (21/4). Ia mengatakan, kegiatan yang dilakukan ini dalam rangka memperingati Hari Kartini yang jatuh pada 21 April.

Dikatakannya, menggelar kegiatan bagi-bagi coklat dan souvenir spesial di lingkungan rumah sakit. Di mana untuk memberikan rasa akrab serta kebersamaan dalam memperingati Hari Kartini serta memaknai perjuangan pahlawan wanita Indonesia sebagai symbol perjuangan wanita Indonesia.

Memaknai perjuangan R.A. Kartini akan terlihat jelas ketika kita memaknai “emansipasi” yang diperjuangkan beliau. Emansipasi yang diajarkan R.A. Kartini adalah adanya persamaan hak antara laki-laki dan perempuan dalam menuntut ilmu,.

”Karena kami peduli dengan perjuangan para Kartini masa kini, makanya kami menggelar kegiatan ini,”.

Dari bagi-bagi Coklat dan Souvenis special ini yang dikhususnya untuk kaum perempuan ini, diharapkannya, para Kartini di Lamongan khususnya, menyadari betul akan pentingnya memaknai perjuangan beliau. Karena biar bagaimanapun perkembangan para pejuang kartini diera tehnologi lebih maju salah satunya dari buah karya kartini-kartini jaman sekarang, itulah mengapa kami bagikan coklat dan souvenir ini.  (PKRS RSUD Dr. Soegiri Lamongan)

BUPATI LAMONGAN RESMIKAN GEDUNG BARU RSUD Dr. SOEGIRI LAMONGAN

RSUD Dokter Soegiri Lamongan saat ini memiliki Gedung Kembar, dan kini bisa dipergunakan. Acara peresmiannya dilakukan oleh Bupati Lamongan, Fadeli pada hari Rabu (05/04/2017).

Fasilitas baru yang sudah operasional, yaitu Gedung Rawat Inap Bougenvile, Gedung Rawat Inap Dahlia, Gedung Instalasi Bedah Sentral (IBS), Gedung Ponek, dan Gedung VVIP.

Acara peresmian ditandai dengan pengguntingan pita oleh Ketua TP PKK Mahdumah Fadeli (Ibu Fadeli). Dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti pembangunan gedung. Wabup Kartika Hidayati dan sejumlah pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat.

Dalam penjelasannya, Direktur RSUD dr. Soegiri Dr. Yuliarto menyampaikan tahun 2016 RSUD Dr. Soegiri sudah mendapatkan akreditasi lulus tingkat paripurna.

“Pada akhir tahun 2016 RSUD Dr. Soegiri telah mendapatkan akreditasi lulus tingkat paripurna. Sebuah penilaian akreditasi untuk pelayanan kesehatan rumah sakit. Hal ini tidak terlepas dari dukungan Pemkab Lamongan, terutama Bupati Fadeli untuk meningkatkan fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Lamongan, “ jelas Direktur RSUD Dr. Soegiri Dr. Yuliarto Dwi M,MM.Kes.

Pada giliran Bupati Fadeli dalam sambutannya mengungkapkan, Fadeli memberikan apresiasi kepada manajemen RSUD Dr. Soegiri, yang selama dua tahun terakhir ini mengalami perubahan yang signifikan dalam pelayanan kesehatan.

“Dua tahun terakhir ini banyak perubahan yang terjadi di RSUD dr. Soegiri. Apalagi dalam bidang pelayanan kesehatan, Ditambah dengan peresmian lima fasilitas kesehatan tersebut, dia berharap pelayanan kesehatan akan semakin meningkat. Terutama pelayanan untuk kelas III semoga akan semakin baik. Jika (gedung) ini belum cukup, “Pasien mencari dimana pelayanan yang terbaik. Jika rumah sakit ini ingin bersaing dengan rumah sakit swasta, maka mau tidak mau kenyamanan dan pelayanan harus terus ditingkatkan, “ tambahnya.

Di jelaskan juga oleh Fadeli, belum lama ini telah bertemu dengan pihak BPJS terkait jangkauannya terhadap masyarakat.`Dirinya berharap agar jangkauan pelayanannya bisa mencapai 85 persen.

“Sampai dengan saat ini masyarakat yang tercover dalam BPJS di Kabupaten Lamongan masih 55 persen. Nantinya kami berharap itu bisa naik menjadi 85 persen. Saya juga sudah mendiskusikan, agar BPJS dalam memberikan layanan kesehatan terhadap masyarakat tidak membedakan dia itu masuk kelas III, II ataupun I. Harus disamakan,” jelas Bupati Fadeli.

Dalam peresmian itu staf RSUD dr. Soegiri sempat melakukan demo untuk simulasi code blue. Yakni kode isyarat yang digunakan untuk menandakan adanya seorang pasien yang sedang mengalami serangan jantung (cardiac arrest), atau mengalami situasi gagal nafas akut (respiratory arrest). Kode itu juga digunakan untuk situasi darurat lainnya yang menyangkut dengan keamanan nyawa pasien.

????????????????????????????????????

pada kesempatan keliling gedung, Bupati, Wakil Bupati sempat mengunjungi ruangan Gedung Ponek. PONEK adalah Pelayan Obstetrik dan Neonatal Emergensi Komprehensif di Rumah Sakit, meliputi kemampuan untuk melakukan tindakan :
– seksia sesaria,
– Histerektomi,
– Reparasi Ruptura Uteri, cedera kandung/saluran kemih,
– Perawatan Intensif ibu dan Neonatal,
– Tranfusi darah.
PONEK 24 Jam di RSUD Dr, Soegiri Lamongan yang memiliki kemampuan serta fasilitas PONEK siap 24 jam untuk meberikan pelayanan terhadap ibu hamil, bersalin, nifas dan bayi baru lahir dengan nkomplikasi baik yang datang sendiri atau atas rujukan kader/masyarakat, bidan di desa, Puskesmas

RSUD dr. Soegiri saat ini sudah memiliki fasilitas kesehatan modern dengan harapan kualitas pelayanan akan lebih baik dan terus lebih baik (PKRS RSUD Dr. Soegiri Lamongan).