RTH Lamongan

Ruang Terbuka Hijau Lamongan

 

Menurunnya Kuantitas dan kualitas ruang terbuka publik yang ada di perkotaan, baik berupa ruang terbuka hijau (RTH) dan ruang terbuka nonhijau telah mengakibatkan menurunnya kualitas lingkungan perkotaan seperti seringnya terjadi banjir, tingginya polusi udara, menurunnya produktifitas masyarakat karena stress karena terbatasnya ruang publik yang tersedia untuk interaksi sosial. terutama ruang terbuka hijau (RTH) pada 30 tahun terakhir sangat signifikan.
Dalam upaya mewujudkan ruang yang nyaman, produktif dan berkelanjutan, maka sudah saatnya kita memberikanperhatian yang cukup terhadap keberadaan ruang terbuka public, khususnya RTH. untuk itu Pemerintah dalam hal ini Direktorat Jenderal Penataan Ruang, Departemen PU, telah memasukkan klausul pengaturan tentang RTH ini di dalam UU no 26 tahun 2007 tentang penataan ruang.

 

Wilayah Kabupaten Lamongan dan wilayah ibu kota Kabupaten Lamongan pada khususnya menempati posisi yang strategis bagi pengembangan lahan terbangun sehingga diperlukan adanya perencanaan ruang terbuka hijau sebagai penyeimbang perkembangan lahan terbangun yang semakin pesat.

 

Maksud dari penyusunan penataan ruang terbuka hijau di ibukota Kabupaten Lamongan adalah agar penataan ruang dapat lebih terkendali dan tercipta keseimbangan antara pengembangan kawasan terbangun juga dicapai keinginan lain untuk selalu menjaga citra serta keindahan dan kenyamanan bagi masyarakt di ibukota Kabupaten Lamongan pada khususnya.

Tujuan dari penyusunan Penataan Ruang Terbuka Hijau di Ibukota Kabupaten Lamongan adalah sebagai berikut:

  • Penjabaran lebih rinci dari Rencana Detail Tata Ruang Kota dan Rencana Teknis Ruang Kota
  • Sebagai acuan keterpaduan kegiatan pembangunan sampai pada pemanfaatan ruang sesuai karakter kawasan
  • Sebagai landasan yang operasional di dalam melaksanakan program pemanfaatan ruang terbuka, terutam ayng berkaitan dengan pemberian izin dan rekomendasi pemanfaatan kawasan
  • Sebagai acuan penyusunan Action Plan bagi instansi yang terkait dalam rangka penyediaan ruang terbuka hijau

Secara administratif IKK Lamongan berada pada kecamatan Lamongan. IKK Lamongan dibatasi oleh 12 desa yang termasuk dalam 4 wilayah kecamatan antara lain:

  • Sebelah Utara   : Kecamatan Deket (Desa Dlanggu/dusun Dandangan) dan Kecamatan Turi (Desa Balun, Ngunjungrejo dan Klari)
  • Sebelah Timur  : Kecamatan Deket (Desa Sidorejo dan Deket Kulon) dan Kecamatan Tikung (Desa Tambakrigadung)
  • Sebelah Selatan  : Kecamatan Lamongan (Desa Kramat, Wajik) dan Kecamatan tikung (Desa Jotosanur dan Jatirejo)
  • Sebelah Barat  : Kecamatan Lamongan (Desa Tanjung, Plosowahyu, dan Sumberejo).

Wilayah perencanaan Ibukota Kecamatan Lamongan terdiri dari 8 kelurahan dan 2 desa, antra lain: Kelurahan Tlogoanyar, Kelurahan Sidoharjo, Kelurahan Sukomulyo, Kelurahan Sukorejo, Kelurahan Tumengungan, Kelurahan Jetis, Kelurahan Banjarmendalan, Kelurahan Sidokumpul, Desa Made dan Desa Sidomukti.


Selengkapnya dapat dilihat di sini ( ---> klick di sini)