Ada Rumah Kedelai Di Lamongan

Lamongan kini memiliki fasilitas penunjang pertanian kedelai berupa Rumah Kedelai. Fasilitas itu diresmikan Deputi Gubernur Bank Indonesia Hendar di Desa Bakalanpule Kecamatan Tikung, Jum’at (25/11).

Rumah Kedelai itu adlaah buah kerjsama antara Pemkab Lamongan dengan Program Sosial dari Bank Indonesia. Seperti dijelaskan Kepala Grup Kantor Perwakilan Bank Indonesia di Jawa Timur Syarifudin Bassara, ide dasar kerjasam pertanian kedelai dengan Pemkab Lamongan adalah untuk pengendalian inflasi.

            “Varietas kedelai yang selama ini digunakan di Lamongan adalah jenis wilis yang hasilnya hanya 1,4 tn perhektar. Karena itu kami kenalkan varieta grobogan melalui program sosial Bank Indonesia yang bisa menghasilkan 2,4 ton perhektar, “ kata Syarifudin Bassara.

            Ditambahkannya, dari kerjasama tersebut, ternyata hasilnya cukup menjanjikan, maka dilanjutkan dengan kerjama pendirian Rumah Kedelai. Dari Rumah Kedelai itu, akan dihasilakn tempe higienis, tepung limbah kedelai untuk pakan ternak dan sebagai learning center (pusat pembelajaran) dan seed center (pusat pembenihan).

            Sementara Bupati Fadeli mengungkapkan tingkat inflasi Lamongan yang mencapai 1,96 persen adalaha yang terendah kedua di Jawa Timur. Itu menurut dia salah satunya karena adanya kerjasama dengan Bank Indonesia.

            Dia juga berharap banyak dengan adanya Rumah Kedelai itu yang slaah satu fungsinya sebagai seed center. “Saya berharap nantinya dari Rumah Kedelai ini akan dimunculkan benih kedelai dengan produktivitas tinggi, setidaknya di atas varietas grobogan yang bisa mencapai 3,1 ton perhektar, “ ujarnya.

            Saat ini, Fadeli menyebutkan pemerintahannya tengah konsen di bidnag pertanian. Dimulai dengan membuka kawasan percontohan jagung dengan sistem modern seluas 100 hektar yang ditarget bisa mencapai produktivitas 10 ton perhektar.

            “Program kawasan jagung modern ini akan kami perluas di tahun 2017 menjadi 8.500 hektar di 12 kecamatan. Kami berharap Bank Indonesia juga bisa memperluas kerjasama dengan Pemkab Lamongan, tidak hanya kedelai, tapi juga komoditas jagung, “ kata dia.

            Optimisme Bupati Fadeli itu disambut positif oleh Hendar. Menurut dia, optimisme itu perlu diangkat lebih tinggi, terlebih di tengah perkembangan dunia yang pesimis, pasca hasil pemilihan presiden di Amerika Serikat.

            Pesimisme itu menurut dia mengakibatkan harga aset keuangan di negara berkembang mengalami penurunan. Sehingga rupiah yang sebelumnya bergerak di bawah 13 ribu, kini berbalik arah. “Tentu ini akan kami kendaliakan, “ imbuh dia.

            “Karena itu optimisme Pak Bupati tadi harus disambut baik. Kalau program kedelai di Lamongan ini berhasil, akan kami kembangkan di daerah lain. Sebagai upaya pengendalian inflasi dan menurunkan defisit di neraca pembayaran, “ kata Hendar dalam acara yang juga dihadiri Iskandar Simorangkir, Kepala Grup Perwakilan BI wilayah Jateng tersebut.

Share post

Post A Comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.