PDRB

KONDISI MAKRO EKONOMI

KABUPATEN LAMONGAN

2008

 

Secara umum Kabupaten Lamongan merupakan daerah agraris yang sebagaian besar penduduknya bergerak disektor pertanian, dengan  jumlah penduduk Kabupaten Lamongan pada tahun 2008 yang mencapai 1.439.886 jiwa (data dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil), terdiri dari 720.319 jiwa (50,03%) perempuan dan 719.567 jiwa (49,97%) merupakan suatu potensi yang bisa dipergunakan untuk kemajuan pembangunan Kabupaten Lamongan.

Secara umum potensi unggulan Kabupaten Lamongan, masih didominasi oleh sektor pertanian khususnya subsektor tanaman pangan dan sub sektor perikanan, diikuti oleh sektor industri pengolahan, sektor kontruksi dan sektor perdagangan. Sedangkan sektor jasa khususnya sektor hiburan dan rekreasi juga telah mengikuti sektor lainnya untuk menjadi salah satu potensi unggulan di Kabupaten Lamongan.

Potensi unggulan daerah untuk sektor pertanian khususnya sub sektor tanaman pangan didukung oleh total lahan sawah seluas 84.797 hektar yang mampu memproduksi gabah sebesar 839.395 ton GKG, untuk itu Kabupaten Lamongan mengalami surplus gabah sebesar 642.326 ton (penghasil gabah nomor satu di Jawa Timur), sehingga Kabupaten Lamongan merupakan salah satu penyangga beras nasional. Sedangkan sub sektor perikanan, produksi perikanan Kabupaten Lamongan mencapai 95.545,91 ton, produksi ini didukung oleh potensi laut dengan panjang pantai mencapai 47 km, sawah tambak seluas 23.774,73 ha, tambak seluas 1.380,05 ha, rawa seluas 7.087,00 ha, waduk seluas 3.068 ha dan sungai seluas 855,50 km.

Pada tahun 2008 jumlah Industri Rumah Tangga (IRT) dan UMKM mencapai 22.509 unit industri non formal dan 510 unit industri formal. Produk unggulan Kabupaten Lamongan antara lain padi, ikan laut, udang vanamaei, bordir, tenun ikat dan songkok serta Wisata Bahari Lamongan (WBL).

Kondisi makro ekonomi Kabupaten Lamongan dapat dilihat dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Lamongan pada tahun 2007-2008 sebagai berikut :

PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO (PDRB) ADHB.

  NO

SEKTOR

NILAI (Rp.000.000,-)

2007

2008*

1

Pertanian

2.643.252,46

2.980.192,70

2

Pertambangan dan Penggalian

18.538,57

20.329,96

3

Industri Pengolahan

369.954,47

420.268,52

4

Listrik, Gas dan Air Bersih

134.728,41

146.167,39

5

Bangunan dan Kontruksi

243.130,86

261.253,58

6

Perdagangan Hotel dan Restoran

2.221.828,48

2.607.529,11

7

Pengangkutan dan Komunikasi

123.753,47

152.550,31

8

Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan

277.196,85

318.571,31

9

Jasa-jasa

774.149,10

844.374,69

 

JUMLAH

6.806.530,68

7.751.237,57

Keterangan : * Angka sementara 

 

 

PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO (PDRB) ADHK

  NO

SEKTOR

NILAI (Rp.000.000,-)

2007

2008*

1

Pertanian

1.812.097,08

1.883.098,82

2

Pertambangan dan Penggalian

8.633,83

8.768,29

3

Industri Pengolahan

245.692,73

262.306,91

4

Listrik, Gas dan Air Bersih

113.158,00

122.110,97

5

Bangunan dan Kontruksi

144.306,84

148.908,84

6

Perdagangan Hotel dan Restoran

1.324.106,32

1.441.872,23

7

Pengangkutan dan Komunikasi

71.234,66

81.965,74

8

Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan

178.526,00

196.947,45

9

Jasa-jasa

430.974,87

452.189,55

 

JUMLAH

4.328.739,32

4.598.166,81

Keterangan : * Angka sementara

 

Secara umum  pada tahun 2008 sektor – sektor yang mengalami pertumbuhan diatas 5% berturut - turut sebagai berikut: (1). Sektor pengangkutan dan komunikasi (15,05%), (2). Sektor keuangan persewaan dan jasa perusahaan (10,32%), (3). Sektor perdagangan hotel dan restoran (8,89%), (4). Sektor listrik gas dan air bersih (7,91%),  (5). Sektor industri pengolahan (6,76%).

Sedangkan sektor - sektor yang pertumbuhannnya dibawah 5% berturut - turut sebagai berikut : (1). Sektor jasa-jasa (4,92%), (2). Sektor pertanian (3,92%), (3). Sektor bangunan dan kontruksi (3,19%) serta (4). Sektor pertambangan dan penggalian (1,56%). Adapun pertumbuhan ekonomi tahun 2007-2008 sebagai berikut :

PERTUMBUHAN EKONOMI

  NO

SEKTOR

NILAI (%)

2007

2008*

1

Pertanian

2,72

3,92

2

Pertambangan dan Penggalian

5,90

1,56

3

Industri Pengolahan

7,03

6,76

4

Listrik, Gas dan Air Bersih

4,42

7,91

5

Bangunan dan Kontruksi

5,75

3,19

6

Perdagangan Hotel dan Restoran

9,71

8,89

7

Pengangkutan dan Komunikasi

6,36

15,05

8

Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan

13,51

10,32

9

Jasa-jasa

3,81

4,92

 

JUMLAH

5,76

6,22

Keterangan : * Angka sementara

 

Berdasarkan data perkembangan selama 5 (lima) tahun terakhir (2004 s/d 2008) struktur perekonomian Kabupaten Lamongan masih belum banyak mengalami perubahan yaitu masih ditopang utamanya oleh sektor primer (khususnya oleh sektor pertanian). Meski demikian peranan sektor primer menunjukkan kecenderungan semakin menurun, sedangkan sektor tersier (khususnya sektor perdagangan, hotel & restoran dan sektor jasa-jasa) menunjukkan kecenderungan sedikit bergeser dan meningkat. Pada tahun 2008  sektor pertanian masih memberikan kontribusi terbesar yaitu 40,96% terhadap total PDRB ADHK Kabupaten Lamongan, kemudian berturut-turut diikuti oleh sektor perdagangan, hotel & restoran (31,35%) dan sektor jasa-jasa (9,84%), dan sektor industri pengolahan (5,70%).

 

Sedangkan pendapatan regional per kapita dan  PDRB per kapita Kabupaten Lmaongan sebagai berikut :

  NO

KOMPONEN

NILAI (Rp.)

2007

2008*

1

PDRB Per Kapita  (ADHB)

5.336.446,-

6.042.074,-

2

PDRB Per Kapita (ADHK)

3.393.812,-

3.584.262,-

3

Pendapatan Regional Per Kapita (ADHB)

5.063.220,-

5.732.720,-

4

Pendapatan Regional Per Kapita (ADHK)

3.220.049,-

3.400.747,-

Keterangan : * Angka sementara