NBM 2006

Neraca Bahan Makanan

 

Sasaran umum pembangunan jangka menengah daerah adalah terwujudnya kualitas sumber daya manusia yang maju dan sejahtera. Untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas, yang hidup dalam suasana masyarakat yang tentram dan sejahtera, perlu ditunjang oleh ketersediaan pangan yang cukup. Bahan pangan harus tersedia setiap saat sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan pada gilirannya masyarakat yang telah terpenuhi kebutuhan pangannya akan lebih mampu berkiprah dalam pembangunan.

 

Dalam pejelasan Undang-undang Pangan  (UU nomor 7 tahun 1996) tentang pangan dinyatakan bahwa pangan sebagai kebutuhan dasar manusia, yang merupakan hak asasi setiap rakyat Indonesia, harus senantiasa tersedia cukup setiap waktu, aman, bermutu, bergizi dan beragam dengan harga yang terjangkau oleh daya beli masyarakat. Untuk mencapai hal tersebut perlu diselenggarakan suatu sistem pangan yang memberikan perlindungan, baik bagi pihak yang memproduksi maupun yang mengkonsumsi. Sistem pangan tersebut antara lain mencakup ketersediaan dan cadangan pangan, distribusi dan perdagangan pangan, serta konsumsi pangan.

 

Konsumsi terhadap pangan yang kurang atau melebihi kebutuhan dan berlangsung lama akan menimbulkan dampak negatif bagi pertumbuhan dan kecerdasan anak, meningkatnya kematian bayi, menurunnya produktifitas kerja serta gangguan berbagai macam penyakit yang pada khirnya dapat berpengaruh pada tingkat kualitas sumberdaya manusia.

 

Sehubungan dengan itu, kebijakan program pangan harus lebih diarahkan untuk memelihara kemantapan ketahanan pangan dan memperbaiki keadaan gizi melalui difersifikasi atau penganekaragaman pangan, mengingat pangan yang tersedia dari hasil produksi selama ini baru mencukupi jumlahnya, namun belum memenuhi keseimbangan komposisi yang sesuai dengan norma gizi. Oleh karena itu upaya diversifikasi pangan perlu dikembangkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap beberapa jenis pangan dengan tetap memperhatikan potensi sumber daya serta pola makan masyarakat. Untuk mewujudkan penganekaragaman produksi atau penyediaan dan konsumsi pangan tersebut, perencanaan produksi dan penyediaan pangan harus mempertimbangkan beberapa aspek terutama kecukupan gizi, sosial budaya, daya beli masyarakat dan potensi wilayah.

 Untuk Selanjutnya dapat download disini