Air Bawah Tanah

Potensi Air Bawah Tanah

 

Berdasarkan evaluasi data air bawah tanah bebas dan tertekan serta debit mataair maka wilayah Kabupaten Lamongan dapat dibedakan menjadi 3 (tiga) wilayah potensi air bawah tanah (Lampiran Peta Potensi) sebagai berikut: 1.Wilayah Potensi Air Bawah Tanah Sedang Penyebaran terdapat di bagian tengah meliputi Kecamatan Laren, Kec. Sekaran, Pucuk, Kec. Babat, Kec. Sukodadi, Kec. Lamongan, Kec. Tikung, Kec. Sugio, Kec. Karangbinangun, Kec. Kalitengah, Kec. Turi, Kec. Karanggeneng, Kec. Modo bagian utara, Kec. Kedungpring bagian utara, Kec. Kembangbahu bagian utara. Akuifer sedang dengan penyebaran luas, keterusan sedang sampai rendah. Kedalaman muka air tanah bebas beragam dari 1  7 meter di bawah permukaan tanah, kualitas air bawah tanah terlihat pada nilai daya hantar listrik (DHL) antara 600  9400 mikromhos/cm, pada umumnya nilai DHL di atas 1500 mikromhos/cm yang menunjukan air payau. Air bawah tanah bebas ini umumnya dimanfaatkan oleh penduduk dengan cara membuat sumurgali. Akuifer tertekan pada umumnya terdapat pada kedalaman 30  90 m. Muka air bawah tanah umumnya dekat permukaan tanah bahkan di beberapa tempat berada di atas permukaan tanah atau artesis. Penyebaran di dataran pantai utara termasuk dalam wilayah Kec. Brondong meliputi Desa Pliwetan, Ds. Labuhan, Ds. Cumpleng, dan Kec. Paciran meliputi Ds. Blimbing, Ds. Paciran, Ds. Kemantren. Kedalaman muka air tanah beragam dari 2  17,5 meter di bawah permukaan tanah, kualitas air bawah tanah terlihat pada nilai daya hantar listrik (DHL) antara 800  7.500 mikromhos/cm, pada umumnya nilai DHL di atas 1000 mikromhos/cm. 2.Wilayah Potensi Air Bawah Tanah Kecil Penyebaran luas terdapat di bagian selatan meliputi Kecamatan Sukorame, Kec. Bluluk, Kec. Modo, Kec. Kedungpring, Kec. Kembangbahu, dan Kec. Tikung. Kedalaman muka air tanah bebas beragam dari 1  7 meter di bawah permukaan tanah, kualitas air bawah tanah terlihat pada nilai daya hantar listrik (DHL) antara 900  4.400 mikromhos/cm. Air bawah tanah bebas ini umumnya dimanfaatkan oleh penduduk dengan cara membuat sumurgali. Penyebaran di bagian utara meliputi Desa Brengkok, Ds. Pambon, Ds. Asinan, Ds. Dadapan, Ds. Sumuran, Ds. Payaman, Ds. Tenggulun, Ds. Sumurgayam, Ds. Sendangagung, Ds. Tunggul, Ds. Takerharjo, Ds. Banyubang, Ds. Campurejo, Ds. Banjaranyar. Penyebaran sebagian kecil di dataran bagian tengah meliputi Desa Banyuurip, Ds. Longgean, dan Ds. Gempolmadu bagian selatan termasuk dalam wilayah Kec. Modo, Kec. Kedungpring, Kec. Sugio, dan Kec. Babat. 3.Wilayah Potensi Air Bawah Tanah Langka Wilayah potensi air bawah tanah langka terdapat di daerah perbukitan di bagian selatan dan di bagian utara. Di bagian selatan terdapat di Kec. Kedungpring meliputi Desa Waduk Prijetan, di Kec. Sugio meliputi Ds. Wadukgondang dan Ds. Buluplapak. Wilayah ini tersusun oleh batulempung berlapis berselingan dengan napal, batupasir kuarsa dan batupasir gampingan, kelulusan rendah. Di bagian utara terdapat di Ds. Podang, Ds. Lembor, Ds. Lengor, Ds. Sedayulawas, Ds. Langgarejo, Ds. Tenggulun, Ds. Sugihan, Ds. Gayaran, Ds. Sidodadi, Ds. Takerharjo. Wilayah ini tersusun oleh batulempung berlapis berselingan dengan napal, batupasir kuarsa dan batupasir gampingan, kelulusan rendah. Kedalaman muka air tanah bebas beragam dari 2,5  10 meter di bawah permukaan tanah, kualitas air bawah tanah terlihat pada nilai daya hantar listrik (DHL) antara 700  2.100 mikromhos/cm. Untuk Lebih Lengkap klik disini