KANTOR PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAERAH

KANTOR PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAERAH JL. Basuki Rahmat NO. 1 Telp (0322) 313449 LAMONGAN E-mail : kppd@lamongankab.go.id web site : http://lamongankab.go.id/instansi/litbang/ More »

Kerja Bakti

Kerja Bakti Bukan Hanya Untuk Adipura More »

PENELITIAN RESTRIBUSI PENDAPATAN PASAR HEWAN DI KABUPATEN LAMONGAN

Kerjasama; KANTOR PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAERAH (LITBANGDA) KABUPATEN LAMONGAN Dengan LPPM UNISLA LAMONGAN TAHUN 2011 More »

Gerak Jalan Mayangkara

Gerak jalan mayangkara adalah gerak jalan dengan rute sejauh 22 KM yang dimulai dari gedung Mayangkara yang berada di Kecamatan Mantup dan berakhir di depan Pendopo Lokatantra Kabupaten Lamongan. More »

 

Litbang Study Banding

4Kantor Penelitian dan Pengambangan Daerah Kabupaten Lamongan Melakukan konsultasi dan study banding ke beberapa Instansi Pemerintah di antara lain adalah ke Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Jawa Timur, Balitbang dan Diklat Kabupaten Pasuruan serta Badan Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Malang. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa, tanggal 03 Pebruari 2015 untuk ke balitbang provinsi jawa timur, pada tanggal 10 Pebruari 2015 ke  Balitbang dan Diklat pasuruan dan untuk  tanggal 12 Pebruari 2015 ke Balitbang malang. Rombongan Konsultasi dan study banding dipimpin Langsung  oleh Kepala Kantor Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Lamongan  Drs. Miftahul Arifin, M.Si dan satu staf Bagian Organisasi Setda Kabupaten Lamongan.5

Studi banding dan Konsultasi diadakan dalam rangka  mempertahankan eksistensi dan penguatan Kantor Litbangda Kabupaten Lamongan, Penerapan Tupoksi Kantor Litbangda masih mengalami kesulitan, Agar dapat berperan dalam rangka ikut serta meningkatkan SDM (Pelajar, Mahasiswa dan Masyarakat), pada kabupaten / Kota Madya se jawa timur baru terbentuk enam badan dan satu kantor serta sebagai persiapan tindak lanjut terbitnya Undang – Undang Nomor 23 Tahun 2014.

Aplikasi Bencana Buatan UGM Raih Juara di London

quick-disaster_2

Aplikasi bencana karya mahasiswa UGM berhasil mendapatkan penghargaan Global Winner dalam kompetisi aplikasi yang diadakan Bank Dunia “Code For Resilience” di London pada 30 Juni 2014. Aplikasi Quick Disaster yang dikembangkan oleh empat mahasiswa Prrodi Ilmu Komputer dan satu mahasiswa Prodi Geofisika, yaitu Daniel Oscar Baskoro (Project Manager), Zamahsyari (Programer), Bahrunnur (Programer), Sabrina Woro Anggraini (Copy writer), dan Maulana Rizki Aditama (Data Analyst) berhasil mendapat trofi pada acara penghargaan Understanding Risk Forum, di ExCel, London.

Penyerahan penghargaan dihadiri ratusan kalangan professional. Diantaranya Walikota London, pejabat dari Bank Dunia dan mitra-mitra (Google, Microsoft, Mozilla, Net Hope, dsb), serta jurnalis dari media-media di seluruh dunia.

Oscar Baskoro selaku Project Manager menjelaskan, peserta kompetisi aplikasi berasal dari seluruh negara di dunia. Tim Quick Disaster berhasil melewati proses kompetisi setelah diseleksi awal berhasil terpilih sepuluh besar, dan kemudian terpilih menjadi Global Winner.

Bikin Gas Masak dari Limbah Rumput Mendong

Sekelompok mahasiswa dan dosen jurusan Teknik Industri Telkom University Bandung merintis proyek pengolahan limbah tanaman mendong (Fimbristylis globulosa) di Tasikmalaya, Jawa Barat, menjadi gas masak. Tanaman jenis rumput itu selama ini menjadi bahan utama industri barang kerajinan, seperti tas dan tikar. Limbah mendong di sebuah desa mencapai kisaran 3 ton per hari.

Menurut dosen pembimbing kelompok itu, Rosad Ma’ali El Hadi, tanaman mendong jadi primadona di beberapa desa di kota dan abupaten Tasikmalaya. Bahan kerajinan itu bahkan masih kurang, sehingga harus didatangkan dari Yogyakarta dan Magelang.

“Limbahnya selama ini tak terurus, jadi ditimbun, dibuang sembarangan atau dibakar,” kata dia saat ditemui di gedung Fakultas Rekayasa Industri Telkom University, Jumat, 19 September 2014.

Limbah mendong berasal dari batang-batangnya yang basah dan membusuk, batang tak terpakai, serta sisa potongan bahan kerajinan. Sedikitnya ada lima desa yang terlibat dalam industri kerajinan ini, dari pembuatan hingga penjualan. “Kami coba atasi limbahnya untuk jadi biogas. Selanjutnya sebagai sumber listrik,” ujar Rosad.

PENELITIAN PENDIRIAN PASAR MODERN (SWALAYAN) TERHADAP KEBERADAAN PASAR TRADISIONAL DI KABUPATEN LAMONGAN

  1. Latar Belakang

Perkembangan  toko modern  di  Indonesia mempengaruhi perkembangan  toko di kota kecil. Kehadiran  toko  modern  di  Kabupaten Lamongan sudah menjamur  di  berbagai  lokasi,  bahkan merambah hingga  ke  permukiman  padat  penduduk. Pertumbuhan  toko  modern  jenis  minimarket  di Kabupaten Lamongan cukup  pesat,  dan  dimungkinkan semakin lama akan semakin memberikan dampak buruk bagi  toko usaha kecil pada umumnya.

Memang tidak bisa dipungkiri bahwa keberadaan pasar modern dewasa ini menjadi tuntutan dan konsekuensi dari gaya hidup yang berkembang di masyarakat kita. Tidak hanya di kota metropolitan tapi sudah merambah di kota kecil di tanah air. Sangat mudah menjumpai Minimarket, Supermarket, Hypermarket di sekitar tempat tinggal kita. Tempat-tempat tersebut menjanjikan tempat yang nyaman dengan harga yang tidak kalah menariknya. Namun dibalik kesenangan tersebut ternyata membuat peritel kelas menengah dan bawah mengeluh.