KANTOR PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAERAH

KANTOR PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAERAH JL. Basuki Rahmat NO. 1 Telp (0322) 313449 LAMONGAN E-mail : kppd@lamongankab.go.id web site : http://lamongankab.go.id/instansi/litbang/ More »

Kerja Bakti

Kerja Bakti Bukan Hanya Untuk Adipura More »

PENELITIAN RESTRIBUSI PENDAPATAN PASAR HEWAN DI KABUPATEN LAMONGAN

Kerjasama; KANTOR PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAERAH (LITBANGDA) KABUPATEN LAMONGAN Dengan LPPM UNISLA LAMONGAN TAHUN 2011 More »

Gerak Jalan Mayangkara

Gerak jalan mayangkara adalah gerak jalan dengan rute sejauh 22 KM yang dimulai dari gedung Mayangkara yang berada di Kecamatan Mantup dan berakhir di depan Pendopo Lokatantra Kabupaten Lamongan. More »

 

Pj Bupati Lamongan

Pada Tanggal 24 Agustus 2015 Pj Bupati Lamongan Wahyudi Wahib Untuk Kali Pertama Memimpin Apel pagi di Halaman Pemerintah Kabupaten. Apel Pada Hari ini dimaksudkan untuk pengenalan serta memberikan arahan untuk untuk mensukseskan pelaksanaan Pilkada di Lamongan.

Dalam Kesempatan itu Bapak Pj Bupati Lamongan agar penyerapan anggaran tahun 2015 supaya dipercepat supaya sesuai dengan target yang telah ditentukan. Untuk “KUA dan PPAS agar segera dimulai penyusunannya agar proses penyusunan APBD 2016 bisa berjalan tepat waktu, sehingga pembangunan dapat terus berjalan, “pintanya.

Wahid Wahyudi juga menyebutkan untuk penyusunannya agar dapat membaca peluang terkait program yang dibutuhkan oleh masyarakat, dimana untuk saat ini banyak kekeringan melanda, kebutuhan pangan yang kurang serta merosotnya nilai tukar rupiah.PJ BUPATI_1

Setelah memimpin Apel pagi di Halaman Pemerintah Kabupaten Pj Bupati Lamongan Wahyudi Wahib tersebut melakukan kunjungan ke Instansi – instansi yang ada di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lamongan. Salah satunya Kantor Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Lamongan. PJ BUPATI_2

penelitian mengenai tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan BPJS di Kabupaten Lamongan

Pada Bab ini akan disajikan kesimpulan, saran, dan rekomendasi hasil penelitian mengenai tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan BPJS di Kabupaten Lamongan.

Kesimpulan

Setelah peneliti menganalisa data dan melihat hasil analisa, maka peneliti dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut:

  • Sebagian besar masyarakat puas terhadap pelayanan BPJS di Kabupaten Lamongan.

Dalam mengukur tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan BPJS di Kabupaten Lamongan, peneliti menggunakan 5 variabel kepuasan. Dari 5 variabel tersebut didapatkan hasil:

  1. Variabel Reliability/keandalan. Berdasarkan hasil penelitian dengan 390 responden, maka sebagian besar responden puas dengan pelayanan administrasi, yaitu sebanyak 218 responden atau 55,90%. Selain itu,   sebagian besar responden puas dengan kecepatan dan ketepatan jadwal tindakan, yaitu sebanyak 225 responden atau 57,69%.
  2. Variabel responsiveness/daya tanggap. Berdasarkan hasil penelitian dengan 390 responden, maka sebagian besar responden puas terhadap pemberian informasi yang jelas dan mudah dimengerti, yaitu sebanyak 224 responden atau 57,44%. Selain itu, sebagian besar responden puas dengan kecepatan petugas dalam tindakan saat dibutuhkan, yaitu sebanyak 221 responden atau 56,67%
  3. Variabeljaminan/Berdasarkan hasil penelitian dengan 390 responden, maka sebagian besar responden puas dengan diagnosis dokter, yaitu sebanyak 203 responden atau 52,05%. Selain itu, sebagian besar responden puas dengan ketrampilan petugas, yaitu sebanyak 229 responden atau 58,72%.
  4. Variabel empati/eBerdasarkan hasil penelitian dengan 390 responden, maka sebagian besar responden puas dengan keramahan petugas, yaitu sebanyak 237 responden atau 60,77%. Selain itu, sebagian besar responden puas dengan pelayanan yang sama oleh petugas, yaitu sebanyak 213 responden atau 54,62%
  5. Variabel Tangibles/ berwujud. Berdasarkan hasil penelitian dengan 390 responden, makasebagian besar responden puas dengan kebersihan, kerapian, dan kenyamanan ruangan, yaitu sebanyak 213 responden atau 54,62%. Selain itu,sebagian besar responden puas dengan kerapian dan kebersihan petugas, yaitu sebanyak 213 responden atau 54,62%.
    • Sebagian besar masyarakat pengguna BPJS mandiri tidak keberatan untuk membayar iuran BPJS.

Penelitian Dampak Pembangunan Pengembangan Perumahan Real Estate di Kabupaten Lamongan

Kesimpulan

  1. Perubahan penggunaan lahan

Akibat pembangunan perumahan dan kawasan permukiman di Kabupaten Lamongan, pada tahun 2012 telah terjadi pengalihan penggunaan lahan pertanian menjadi lahan non pertanian seluas 2.354 Ha. Pada keenam kecamatan lokasi penelitian, peralihan penggunaan lahan terjadi sebesar 61 Ha atau sebesar 0,18%. Di beberapa lokasi (Pagerwojo Indah dan Demangan Residence), kawasan lahan pertanian/perikanan (sawah/tambak) berubah menjadi kawasan permukiman. Sementara di beberapa lokasi lainnya terjadi perubahan lahan yang kurang produktif menjadi kawasan permukiman yang mampu membangkitkan kegiatan produktif di kawasan tersebut. Pengalihan penggunaan lahan ini tidak berpengaruh terhadap produksi maupun produktivitas pertanian, khususnya padi, di Kabupaten Lamongan.

2. Dampak pembangunan perumahan dan kawasan permukiman di Kabupaten Lamongan

Pembangunan perumahan dan kawasan permukiman di Kabupaten Lamongan menimbulkan dampak positif mempercepat pertumbuhan kawasan perkotaan. Sedangkan dampak negatifnya antara lain meningkatkan volume lalu lintas jalan, terutama di kawasan pusat kegiatan sehingga menambah beban lalu lintas jalan tersebut dan rawan terjadinya kemacetan serta kecelakaan lalu lintas. Disamping itu, pembangunan perumahan dan kawasan permukiman mengakibatkan pengurangan daerah resapan air, sehingga menimbulkan daerah genangan baru di beberapa lokasi, seperti di Jalan Pagerwojo.

Pembangunan perumahan dan kawasan permukiman ini juga berpengaruh terhadap tingkat layanan air bersih bagi masyarakat.

Lamongan Tempoe Doeloe 2015

Lamongan Tempo Doeloe merupakan acara tahunan yang diadakan oleh Pemerintah Kabupaten Lamongan yang tepatnya di Alun – alun Lamongan. Lamongan Tempo Doeloe diadakan setahun sekali dimana acara ini untuk memeriahkan Hari jadi kota Lamongan yang ke – 446 . Acara ini banyak digemari oleh warga Lamongan karena berbagai keunikan jajanan yang disajikan di sini. Lamongan Tempo Doeloe menyajikan berbagai hal untuk mengingat kembali kehidupan Kota Lamongan yang saat ini sudah jauh berbeda.TDL_15_0C TDL_15_1C

LamonganTempo Doeloe atau yang lebih dikenal dengan “LTD” diadakan pertama kali pada pertengahan bulan Mei tahun 2011. Pertama kali diadakan, acara ini sudah menarik perhatian ribuan warga Kota Lamongan. Mereka datang dengan berbagai macam pakaian zaman dahulu yang sangat unik, seperti kebaya, baju penjajahan Belanda, dsb. Pengunjung dan para pejabat Lamongan yang malam itu berkunjung, dibuat tersenyum dengan berbagai hidangan tradisional seperti kue serabi, Nasi jagung, Es lilin, gula kacang, gulali, es Dawet,es Cincau berbagai bubur dan makanan tradisional lainnya. Lebih-lebih minumannyapun dihidangkan dalam gelas dari bambu dan kendi dari tanah liat.