KANTOR PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAERAH

KANTOR PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAERAH JL. Basuki Rahmat NO. 1 Telp (0322) 313449 LAMONGAN E-mail : kppd@lamongankab.go.id web site : http://lamongankab.go.id/instansi/litbang/ More »

Kerja Bakti

Kerja Bakti Bukan Hanya Untuk Adipura More »

PENELITIAN RESTRIBUSI PENDAPATAN PASAR HEWAN DI KABUPATEN LAMONGAN

Kerjasama; KANTOR PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAERAH (LITBANGDA) KABUPATEN LAMONGAN Dengan LPPM UNISLA LAMONGAN TAHUN 2011 More »

Gerak Jalan Mayangkara

Gerak jalan mayangkara adalah gerak jalan dengan rute sejauh 22 KM yang dimulai dari gedung Mayangkara yang berada di Kecamatan Mantup dan berakhir di depan Pendopo Lokatantra Kabupaten Lamongan. More »

 

KERANGKA ACUAN KEGIATAN FASILITASI PESERTA PENGANUGRAHAN INOVASI DAN TEKNOLOGI TINGKAT JAWA TIMUR TAHUN 2015

  1. Latar Belakang

Inovasi Teknologi adalah suatu proses perbaikan teknologi yang dikembangkan dan digunakan secara luas berupa formulasi baru. Inovasi teknologi dapat berupa penelitian, pengembangan, demonstrasi dan penyebaran yang mengarah pada pengembangan IPTEK. Merujuk pasal 12 ayat ( 1 ) Undang Undang nomor 18 Tahun 2002 tentang Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan dan Penerapan IPTEK bahwa dalam meningkatkan keahlian, kepakaran serta kompetensi manusia dan pengorganisasiannya, setiap unsur kelembagaan ilmu pengetahuan dan teknologi bertanggungjawab mengembangkan sruktur dan strata keadilan , jenjang karier sumber daya manusia serta menerapkan sistem penghargaan dan sangsi yang adil di lingkungannya sesuai dengan kebutuhan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dalam konteks pengembangan inovasi di tingkat Daerah, mengacu pada pasal 219 ayat ( 1 ) Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah mengamanatkan Pemerintah memberikan penghargaan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Pemerintah Provinsi Jawa Timur berupaya meningkatkan percepatan pembangunan IPTEK melalui penggalian inovasi dan teknologi dan sumberdaya IPTEK yang ada di daerah dengan memberikan Penganugrahan Inovasi dan Teknologi Award Tingkat Provinsi Jawa Timur.

Berdasarkan hal – hal tersebut diatas Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam hal ini juga ikut berpartisipasi dan menunjukkan kontribusi yang optimal dalam membangun IPTEK sehingga mampu menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi Daerah, pengembangan potensi Daerah dan penyusunan Program Pembangunan.

Baca Selengkapnya disini

KERANGKA ACUAN KEGIATAN PENELITIAN FUNGSI DAN PERAN LEMBAGA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT ( LPM ) DALAM PEMBANGUNAN DI DESA DI KABUPATEN LAMONGAN TAHUN 2015

  1. Latar Belakang

 Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) adalah Lembaga Kemasyarakatan yang tumbuh dari, oleh, dan untuk masyarakat adalah Lembaga Kemasyarakatan yang membantu Pemerintah Desa dalam menjalankan tugas dan fungsinya untuk menyusun rencana pembangunan, melaksanakan, mengendalikan, memanfaatkan, memelihara, dan mengembangkan pembangunan secara partisipatif dalam rangka pemberdayaan masyarakat.

Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) merupakan salah satu lembaga kemasyarakatan sebagai mitra kerja pemerintah desa untuk mengelola, merencanakan dan melaksanakan pembangunan dengan menggali swadaya gotong royong masyarakat desa. Pembangunan desa merupakan upaya pembangunan yang dilaksanakan di desa dengan ciri utama adanya partisipasi aktif masyarakat dan kegiatannya meliputi seluruh aspek kehidupan baik fisik material maupun mental spiritual.

Penelitian Fungsi dan Peran Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dalam Pembangunan di Desa Tahun 2015 perlu dilakukan guna memperoleh informasi dan data, paling tidak memperoleh gambaran umum tentang kedudukan, wewenang, fungsi dan peran Lembaga Pemberdayaan Masyarakat dalam sistem Pemerintahan Desa.

KERANGKA ACUAN KEGIATAN PENELITIAN DAMPAK MENGKONSUMSI AIR ISI ULANG TERHADAP KESEHATAN MASYARAKAT DI KABUPATEN LAMONGAN TAHUN 2015

  1. LATAR BELAKANG

Air merupakan kebutuhan utama dari manusia untuk kelangsungan hidupnya, kebutuhan air minum yang sehat dan layak dikonsumsi merupakan kebutuhan yang harus terpenuhi. Dengan kata lain bahwa air dan kesehatan adalah dua hal yang saling berhubungan, kualitas air yang dikonsumsi masyarakat dapat menentukan derajat kesehatan masyarakat khususnya air untuk minum.

Seiring dengan meningkatnya kepadatan penduduk, meningkatnya jumlah kebutuhan akan air bersih dan disertai majunya teknologi yang diiringi dengan semakin sibuknya aktivitas manusia maka cenderung memilih cara yang lebih praktis dengan biaya relative murah dalam memenuhi kebutuhan air minum. Salah satu pemenuhan kebutuhan air minum yang menjadi alternative yaitu dengan menggunakan air isi ulang. Depo air isi ulang adalah usaha industri yang melakukan proses pengolahan air baku menjadi air minum dan menjual langsung kepada konsumen.

Air Isi Ulang sebagaimana diketahui adalah salah satu usaha jasa pengisian air minum yang semakin lama semakin banyak dikenal. Demikian juga penggunaan air minum isi ulang oleh masyarakat Kabupaten Lamongan saat ini semakin meningkat. Hal ini terbukti dengan semakin banyaknya Depo Air Isi Ulang yang tersebar di Wilayah Kabupaten Lamongan. Usaha ini oleh masyarakat dianggap sebagai salah satu jenis usaha yang menjanjikan, sebagai suatu usaha bisnis.

Kehadiran Depo Air Isi Ulang harus diterima secara positif dengan harapan disamping memperhatikan faktor kualitas air minum (Keamanan Air Minum) juga diharapkan dapat menggiatkan ekonomi masyarakat lapis bawah dan memperluas lapangan kerja.

TERM OF REFERENCE ( TOR ) KEGIATAN PENELITIAN POTENSI PAD SEKTOR IZIN REKLAME DI KABUPATEN LAMONGAN TAHUN 2015

I. PENDAHULUAN

Izin Reklame Izin yang diberikan kepada Badan atau orang / perorangan untuk menyelenggarakan/ memasang reklame dalam jangka waktu tertentu.

Siapapun yang bertanggung jawab atas kegiatan pemasangan reklame berkewajiban untuk meminta izin kepada Pemerintah setempat.

Undang-Undang No. 129 Tahun 2012  menegaskan bahwa Pendapatan Asli Daerah  ( PAD )

sebagai salah satu Pembiayaan Daerah berasal dari :

(a) Hasil Pajak Hotel.

(b) Hasil Retribusi Restoran.

(c) Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan.

(d) lain-lain PAD yang sah.

Banyak kajian akademis menemukan bahwa, kecilnya PAD disebabkan beberapa hal :

(a) Intensifikasi yang rendah, dimana pendapatan dari pajak, retribusi maupun dari hasil Badan Usaha Milik Daerah tidak dilaksanakan secara optimal.

(b) Lemahnya perhatian terhadap usaha-usaha ekstensifikasi sektor-sektor potensial yang menjadi sumber pemasukan bagi Daerah.