KANTOR PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAERAH

KANTOR PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAERAH JL. Basuki Rahmat NO. 1 Telp (0322) 313449 LAMONGAN E-mail : kppd@lamongankab.go.id web site : http://lamongankab.go.id/instansi/litbang/ More »

Kerja Bakti

Kerja Bakti Bukan Hanya Untuk Adipura More »

PENELITIAN RESTRIBUSI PENDAPATAN PASAR HEWAN DI KABUPATEN LAMONGAN

Kerjasama; KANTOR PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAERAH (LITBANGDA) KABUPATEN LAMONGAN Dengan LPPM UNISLA LAMONGAN TAHUN 2011 More »

Gerak Jalan Mayangkara

Gerak jalan mayangkara adalah gerak jalan dengan rute sejauh 22 KM yang dimulai dari gedung Mayangkara yang berada di Kecamatan Mantup dan berakhir di depan Pendopo Lokatantra Kabupaten Lamongan. More »

 

Lamongan Tempoe Doeloe 2015

Lamongan Tempo Doeloe merupakan acara tahunan yang diadakan oleh Pemerintah Kabupaten Lamongan yang tepatnya di Alun – alun Lamongan. Lamongan Tempo Doeloe diadakan setahun sekali dimana acara ini untuk memeriahkan Hari jadi kota Lamongan yang ke – 446 . Acara ini banyak digemari oleh warga Lamongan karena berbagai keunikan jajanan yang disajikan di sini. Lamongan Tempo Doeloe menyajikan berbagai hal untuk mengingat kembali kehidupan Kota Lamongan yang saat ini sudah jauh berbeda.TDL_15_0C TDL_15_1C

LamonganTempo Doeloe atau yang lebih dikenal dengan “LTD” diadakan pertama kali pada pertengahan bulan Mei tahun 2011. Pertama kali diadakan, acara ini sudah menarik perhatian ribuan warga Kota Lamongan. Mereka datang dengan berbagai macam pakaian zaman dahulu yang sangat unik, seperti kebaya, baju penjajahan Belanda, dsb. Pengunjung dan para pejabat Lamongan yang malam itu berkunjung, dibuat tersenyum dengan berbagai hidangan tradisional seperti kue serabi, Nasi jagung, Es lilin, gula kacang, gulali, es Dawet,es Cincau berbagai bubur dan makanan tradisional lainnya. Lebih-lebih minumannyapun dihidangkan dalam gelas dari bambu dan kendi dari tanah liat.

Mahasiswa Universitas Brawijaya Ciptakan Alat Pengolah Limbah Batik

Lima mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (UB) Malang menciptakan alat pengolah limbah industri tekstil batik yang diberi nama Platinum Inert Electrolysis Technology and Ativated Carbon.

“Alat pengolah limbah industri tekstil batik ini dilatarbelakangi karena semakin banyaknya jumlah perajin batik di Indonesia. Dengan banyaknya jumlah perajin batik, tingkat pencemaran air juga semakin meningkat,” kata salah seorang anggota kelompok penemu alat tersebut, Agus Setyawan, di Malang, Selasa (9/6/2015).

Ia mengatakan, jumlah perajin batik di Indonesia mencapai 50.000 perajin, sedangkan di Kota Malang sekitar 230 perajin. Satu perajin yang memproduksi tiga kain batik per pekan akan menghasilkan 50 liter limbah sehingga dalam satu bulan mereka bisa menghasilkan 200 liter limbah yang rata-rata dibuang ke sungai.

KERANGKA ACUAN KEGIATAN FASILITASI PESERTA PENGANUGRAHAN INOVASI DAN TEKNOLOGI TINGKAT JAWA TIMUR TAHUN 2015

  1. Latar Belakang

Inovasi Teknologi adalah suatu proses perbaikan teknologi yang dikembangkan dan digunakan secara luas berupa formulasi baru. Inovasi teknologi dapat berupa penelitian, pengembangan, demonstrasi dan penyebaran yang mengarah pada pengembangan IPTEK. Merujuk pasal 12 ayat ( 1 ) Undang Undang nomor 18 Tahun 2002 tentang Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan dan Penerapan IPTEK bahwa dalam meningkatkan keahlian, kepakaran serta kompetensi manusia dan pengorganisasiannya, setiap unsur kelembagaan ilmu pengetahuan dan teknologi bertanggungjawab mengembangkan sruktur dan strata keadilan , jenjang karier sumber daya manusia serta menerapkan sistem penghargaan dan sangsi yang adil di lingkungannya sesuai dengan kebutuhan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dalam konteks pengembangan inovasi di tingkat Daerah, mengacu pada pasal 219 ayat ( 1 ) Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah mengamanatkan Pemerintah memberikan penghargaan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Pemerintah Provinsi Jawa Timur berupaya meningkatkan percepatan pembangunan IPTEK melalui penggalian inovasi dan teknologi dan sumberdaya IPTEK yang ada di daerah dengan memberikan Penganugrahan Inovasi dan Teknologi Award Tingkat Provinsi Jawa Timur.

Berdasarkan hal – hal tersebut diatas Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam hal ini juga ikut berpartisipasi dan menunjukkan kontribusi yang optimal dalam membangun IPTEK sehingga mampu menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi Daerah, pengembangan potensi Daerah dan penyusunan Program Pembangunan.

Baca Selengkapnya disini

KERANGKA ACUAN KEGIATAN PENELITIAN FUNGSI DAN PERAN LEMBAGA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT ( LPM ) DALAM PEMBANGUNAN DI DESA DI KABUPATEN LAMONGAN TAHUN 2015

  1. Latar Belakang

 Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) adalah Lembaga Kemasyarakatan yang tumbuh dari, oleh, dan untuk masyarakat adalah Lembaga Kemasyarakatan yang membantu Pemerintah Desa dalam menjalankan tugas dan fungsinya untuk menyusun rencana pembangunan, melaksanakan, mengendalikan, memanfaatkan, memelihara, dan mengembangkan pembangunan secara partisipatif dalam rangka pemberdayaan masyarakat.

Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) merupakan salah satu lembaga kemasyarakatan sebagai mitra kerja pemerintah desa untuk mengelola, merencanakan dan melaksanakan pembangunan dengan menggali swadaya gotong royong masyarakat desa. Pembangunan desa merupakan upaya pembangunan yang dilaksanakan di desa dengan ciri utama adanya partisipasi aktif masyarakat dan kegiatannya meliputi seluruh aspek kehidupan baik fisik material maupun mental spiritual.

Penelitian Fungsi dan Peran Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dalam Pembangunan di Desa Tahun 2015 perlu dilakukan guna memperoleh informasi dan data, paling tidak memperoleh gambaran umum tentang kedudukan, wewenang, fungsi dan peran Lembaga Pemberdayaan Masyarakat dalam sistem Pemerintahan Desa.