UKM di bantu lagi

KEMBALI, UKM  LAMONGAN   DIBANTU

 

Guna  meningkatkan kualitas produk dari para UKM Lamongan, maka kembali Kementrian Perindustrian menyerahkan bantuan. Kali ini bantuan senilai Rp. 300juta berupa  10 mesin bordir atau jahit untuk UKM kerajinan, 9 unit mesin obras untuk UKM Sandang dan 3 unit mesin pembuat tahu untuk UKM Pangan.

Pihak Kementrian Perindustrian yang di wakili Ir. Ismudianto mengatakan, UKM Lamongan terpilih dan termasuk 55 kabupaten/kota di Indonesia yang menerima bantuan. “Kami berharap bantuan ini bisa bermanfaat untuk meningkatkan kualitas produk UKM, utamanya yang telah dibantu,” harapnya.

Ditempat yang sama Kepala Dinas Koperasi, Industri dan Perdagangan Lamongan Drs. Aris Wibawa, MM menerangkan, para UKM yang menerima bantuan sebelumnya telah diberi pelatihan tentang tata cara penggunaan mesin-mesin tersebut sehingga bisa tepat sasaran dan tepat guna. “Kami bersama-sama Kementrian Perindustrian, pada pertengahan bulan Pebruari kemarin telah menyelenggarakan pelatihan kepada mereka para penerima bantuan, sehingga mereka bisa menggunakan dengan baik dan benar,” jelasnya.

Kegiatan yang berlangsung Kamis (13/9) bertempat di ruang pertemuan Dinas Koperasi Industri dan Perdagangan Lamongan ini selian dihadiri oleh para Camat yang wilayahnya terdapat UKM penerima bantuan, juga Ir Edy Kuntadi anggota Komisi VI DPR RI yang juga nyaleg DPR RI dari Partai Golkar dapil Lamongan-Gresik. Menurutnya, UKM sangat penting dan merupakan kekuatan penyangga utama ekonomi nasional. “Peran Saya hanya membantu meneruskan usulan teman-teman UKM Lamongan kepada Kementrian Perindustrian. Alhamdulilah bisa berhasil,” katanya merendah. 

 

DSC_0165

Bupati Lamongan H. Fadeli, SH MM tertarik pada produk minuman buatan salah satu kopwan yang ikut pameran pada acara peringatan Hari Koperasi ke 66 yang bertempat di Dinas Koperasi, Industri dan Perdagangan Lamongan (20-8-2013).

 

DINAS KOPERINDAG, GELAR OPERASI MAMIN

100_6831

Menjelang Lebaran 1434 H Dinas Koperasi, Industri dan Perdagangan (Kopindag) Kabupaten Lamongan, melakukan operasi makanan dan minuman (mamin). Turut pula pada kegiatan dalam tim yang digelar Kamis (18/7) dinas terkait seperti Polres, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Bakesbangpol dan  Dinas Kesehatan serta Perusahaan Daerah Pasar 

Menurut Kepala Dinas Kopindag  Drs. Aris Wibawa, MM, kegiatan ini digelar untuk menekan sekecil mungkin kemungkinan makanan dan minuman yang kedalu warsa dijual di pasar umum. Karena hal itu sangat merugikan konsumen dan membahayakan kesehatan bila dikonsumsi. “Produk mamin yang kedaluwarsa juga kemasanya rusak itu membahayakan bagi kesehatan. Selain itu juga produk-produk yang menggunakan jenis pewarna yang tidak semestinya, juga kami peringatkan untuk tidak dijual. Selanjutnya kami beli untuk ditindak lanjuti ke Badan POM, apakah ada kandungan berbahaya. Bila memang ditemukan maka secepatnya produk berbahaya itu harus ditarik dari peredaran atau pasaran,” jelas Aris didampingi Kabid Perdagangan Drs. Khusnul Khotim, MM.

Dia juga menambahkan, operasi penertiban mamin di tempat-tempat penjualan umum  dan pasar ini di waktu-waktu tertentu selalu dilakukan. Ini semata-mata agar tidak merugikan konsumen. Selain itu juga sekaligus pembinaan kepada para pedagang. “Sekarang bulan romadlon, sebentar lagi lebaran, jualan mamin meningkat jumlahnya. Kami khawatir bila ada warga masyarakat yang sampai keracunan akibat makan makanan jajanan kue atau lainya. Itu bisa fatal akibatnya,” tambahnya.       

Sasaran pertama adalah pasar Sidoharjo. Disana melihat langsung aktifitas penjualan daging sapi. Kepada pedagang daging sapi, Aris sempat berdialog dan berpesan agar daging yang dijual di pasaran jangan sampai daging glondongan. Disamping merugikan konsumen karena mengurangi timbangan juga membahayakan kesehatan. “Jadi pada para pedagang sapi, kami minta jangan sampai melakukan kecurangan dengan menjual daging sapi glondongan. Disamping jelas-jelas berdosa menurut agama, juga melanggar ketentuan yang bisa ditindak tegas oleh petugas,” tegas Aris.

Selama di pasar Sidoharjo, para petugas yang memeriksa daging sapi yang sedang dijual tidak menemukan jenis glondongan, juga memeriksa berbagai macam roti ada yang tidak mencantumkan tanda kedaluwarsa, terdapat pula mie basah, penthol bakso yang mencurigakan mengunakan pengawet bukan untuk makanan dan menemukan cendol, cao dan jenis krupuk yang mencurigakan menggunakan pewarna tekstil. Usai di pasar Sidoharjo, Tim melanjutkan ke beberapa toko dan super market seperti  Kencana dan tidak menemukan jenis makanan yang kedalu warsa hanya kemasan yang rusak. Dilanjutkan ke toko Kalikuning dan menemukan makanan ringan jenis roti yang sudah kedaluwarsa. Sedangkan ke toko Jamu dan beberapa kios jual makanan dan kue di Pasar Baru Lamongan tidak ditemukan  makanan kedalu warsa.