LAMONGAN GELAR BLM

Memperingati tahun baru hijriyah 1 Muharram 1435 H Pemkab Lamongan menggelar berbagai acara diantaranya Bazar Lamongan Muharram (BLM) tahun 2013.

Acara yang bertempat di Alun-Alun kota Lamongan berlangsung selama 9 (sembilan) hari, mulai tanggal 30 Nopember 2013.

Menurut rencana akan diikuti oleh 100 peserta yang akan menempati stand-stand di acara tersebut, melibatkan pengusaha, pengrajin, dan PKL (pedagang kaki lima).

Menurut Kepala Dinas Koperasi, Industri dan Perdagangan Lamongan yang juga Ketua Seksi Bazar, Drs. Aris Wibawa, MM kegiatan ini dimaksudkan untuk meramaikan datangnya tahun baru hijriyah dan untuk mempromosikan serta memasarkan produk-produk pengrajin Lamongan. “ Ini adalah momen penting untuk membantu para pengrajin mengenalkan sekaligus menjual produknya. Karena produknya belum tentu sudah dikenal oleh masyarakat Lamongan sendiri. Setelah mengenal diharapkan bisa tertarik dan terjadilah transaksi pembelian “, jelasnya.

Ia juga menerangkan bazar kali ini diikuti oleh sebagaian besar PKL Lamongan. Selama ini para PKL dalam menjual dagangannya sudah teralokalisir dengan baik sehingga tidak terjadi konflik atau gejolak. Para PKL sudah begitu nyaman dalam bekerja. Beberapa tempat PKL diantaranya, Rest Area, Jalan Laras Liris, dan seputar Alun-Alun Kota Lamongan. “ Saat ini jumlah PKL yang tercatat di Dinas kami mencapai sebanyak 270 orang. Mereka sudah mempunyai tempat-tempat lokasi berdagang sendiri-sendiri sehingga nampak tertib dan tidak mengurangi keindahan kota, bahkan terasa menghidupkan suasana Kota Lamongan. Dengan diikutkan kegiatan bazar ini termasuk bagian dari pembinaan untuk PKL, “ tambahnya.    

Kegiatan BLM ini juga diisi panggung gembira menampilkan kreasi pelajar Lamongan dan arena permainan anak-anak.

EMPING JAGUNG MASIH PRIMADONA

Menapak tahun ke lima usaha emping jagung milik Sri Wahyuni, SP (45) warga Kedungpring semakin berkibar. Berbagai pesanan dalam bentuk mentah maupun yang siap dikonsumsi terus mengalir baik dari luar pulau maupun kota-kota besar di pulau Jawa bahkan berhasil menembus pasar ekspor ke Chicago dan Malaysia.  “Alhamdulillah, produk emping asli Lamongan ini bisa dijual ke pasar luar negeri seperti Chicago juga Malaysia. Di sinipun para langganan masih tetap menyukai produk emping jagung ini,” kata Yuni di sela-sela menata produknya di show room produk unggulan Lamongan  (7/10)

Karena sudah dikenal maka produknya yang dipasarkan melalui show room ini, cukup banyak peminat yang membelinya. Setiap bulan bisa dipastikan Yuni memasok produknya dan sekaligus mengganti yang belum laku. Produknya memang banyak yang suka  termasuk Ny. Hj. Makhdumah Fadeli. Saat itu memasuki stand demi stand peserta Pekan Raya Lamongan (PRL) beberapa bulan lalu. Kata Yuni beliaunya tertarik daganganya lantaran kemasanya sudah dirubah menjadi sangat menarik dan bagus berlabel Koko Nono. Saat itu Ibu Ketua Tim Penggerak PKK yang juga Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Lamongan memborong sebanyak 25 Kg.

Sewaktu berada di standnya Yuni, Makhdumah berpesan, agar  produk yang telah dikenal orang banyak ini dipertahankan bahkan di kembangkan sehingga semakin sukses karena memang sudah pada tahapan dicari orang. Kini apalagi sudah diberi kemasan yang cantik, bagus dan nampak lebih higienes tentu akan lebih merangsang minat untuk membeli, pesanya.

Lebih lanjut dikatakan, bila para pengrajin bisa sukses maka bisa memacu pertumbuhan perekonomian di Lamongan dan lebih dari itu maka tenaga kerja juga makin banyak terserap.

Ditempat yang sama Kepala Dinas Kopindag Lamongan Drs. Aris Wibawa, MM mengatakan, pihaknya secara terus menerus secara periodik mengadakan pembinaan pada para pengrajin, baik bagi pemula maupun bagi yang sudah lama. Bagi pengrajin yang sudah lama berproduksi, biasanya tentang kemasan. “Masih banyak kita jumpai produk-produk pengrajin yang kurang memperhatikan kemasannya. Padahal kami selalu mengingatkan akan pentingnya kemasan terhadap suksesnya pada penjualan. Sebaik apapun produk, apabila kemasannya tidak menarik maka harganyapun menjadi murah. Sebaliknya dengan kemasan yang bagus maka bisa mengangkat harga suatu produk. Apalagi nampak higienes,” kata Aris.

Selain itu untuk membantu mempercepat pemasaran, para pengrajinjuga sudah dilatih menggunakan media maya web site, sehingga lebih mudah menembus pasar nasional bahkan dunia.

Yunipun mengakui, dengan kemasan yang baru ini produknya bisa menembus beberapa super market, mall diantaranya Giant Surabaya.

100_6791

 

 

 

 

 

 

 

Ny. Hj. Makhdumah Fadeli, memegang produk emping jagungnya Yuni, saat di stand PRL.       

 

 

UKM di bantu lagi

KEMBALI, UKM  LAMONGAN   DIBANTU

 

Guna  meningkatkan kualitas produk dari para UKM Lamongan, maka kembali Kementrian Perindustrian menyerahkan bantuan. Kali ini bantuan senilai Rp. 300juta berupa  10 mesin bordir atau jahit untuk UKM kerajinan, 9 unit mesin obras untuk UKM Sandang dan 3 unit mesin pembuat tahu untuk UKM Pangan.

Pihak Kementrian Perindustrian yang di wakili Ir. Ismudianto mengatakan, UKM Lamongan terpilih dan termasuk 55 kabupaten/kota di Indonesia yang menerima bantuan. “Kami berharap bantuan ini bisa bermanfaat untuk meningkatkan kualitas produk UKM, utamanya yang telah dibantu,” harapnya.

Ditempat yang sama Kepala Dinas Koperasi, Industri dan Perdagangan Lamongan Drs. Aris Wibawa, MM menerangkan, para UKM yang menerima bantuan sebelumnya telah diberi pelatihan tentang tata cara penggunaan mesin-mesin tersebut sehingga bisa tepat sasaran dan tepat guna. “Kami bersama-sama Kementrian Perindustrian, pada pertengahan bulan Pebruari kemarin telah menyelenggarakan pelatihan kepada mereka para penerima bantuan, sehingga mereka bisa menggunakan dengan baik dan benar,” jelasnya.

Kegiatan yang berlangsung Kamis (13/9) bertempat di ruang pertemuan Dinas Koperasi Industri dan Perdagangan Lamongan ini selian dihadiri oleh para Camat yang wilayahnya terdapat UKM penerima bantuan, juga Ir Edy Kuntadi anggota Komisi VI DPR RI yang juga nyaleg DPR RI dari Partai Golkar dapil Lamongan-Gresik. Menurutnya, UKM sangat penting dan merupakan kekuatan penyangga utama ekonomi nasional. “Peran Saya hanya membantu meneruskan usulan teman-teman UKM Lamongan kepada Kementrian Perindustrian. Alhamdulilah bisa berhasil,” katanya merendah.