100_7373

KADINAS KOPINDAG BEKALI PENGUSAHA DAN UKM AGAR MENJADI EKRPORTIR

100_7373Menyikapi era globalisasi Pemkab Lamongan terus mengupayakan lintas perdagangan dari para pengusaha dan  UKM agar bisa menembus pasar eksport.  Seirama dengan hal tersebut telah berlangsung pelatihan sehari (5/12)  bagi para pengusaha dan UKM Lamongan yang bertempat di ruang pertemuan Dinas Koperasi Industri dan Perdagangan (Kopindag)  Lamongan.

Kepala Dinas Kopindag Drs. Aris  Wibawa, MM saat membuka acara tersebut mengatakan, para pengusaha dan UKM di Kabupaten Lamongan cukup banyak dan beragam produknya. Bila dilihat juga kualitas dan mutunya cukup baik, namun masih terbatas yang bisa menembus pasar eksport. “Melalui pelatihan seperti ini saya harapkan akan dapat membuka wawasan dan peningkatan jumlah eksportir dari Lamongan. Saat ini produk dari Lamongan belum mengemuka di pasaran internasional karena kalah di branding. Misalnya wingko Babat Lamongan, yang terdengar justru wingko babat dari Semarang,” tegasnya.

Peserta pelatihan sebanyak 100 orang terdiri dari pengusaha dan UKM. Dari mereka sudah ada yang produknya telah berhasil menembus pasar eksport seperti Sri Wahyuni dengan produknya emping jagung, eksport ke Chicago dan Singapura, Miftakhul Khoiri produknya tenun ikat pasarnya ke Timur Tengah dan Selo produknya Tembikar pasarnya ke Amerika Latin.

Mifatkhul Khoiri ditempat tersebut mengatakan, kalau ingin produknya bisa tembus ke pasar eksport harus meningkatkan kualitas produk dan harus berani terus berinovasi sehingga produknya dari waktu ke waktu ada modifikasi.   

Sedangkan instruktur Ny. Ayu Rahayu eksportir Handy Craft dan hasil bumi dari Surabaya dan Moh. Salim eksportir perikanan dari Gresik. Sementara dari Dinas Perindustrian dan Perdagagan Prov Jatim bidang Perdagangan Internasional, Ir. Muring  

8 unit alat perbengkelan diserahkan.

 

100_7386

 

Bertempat di Kantor Dinas Koperasi, Industri dan Perdagangan Kabupaten Lamongan tadi pagi (5/12) diserahkan 8 unit perbengkelan kepada 8 KUB (Kelompok usaha bersama). Mereka diantaranya adalah KUB Gemilang Motor Tikung, Ayin Motor Tikung, Keradenan Motor Sarirejo, dan  Mayong Motor Karangbinangun.  

Kepala Dinas Koperasi, Industri dan Perdagangan Kabupaten Lamongan Drs. Aris Wibawa, MM saat menyerahkan mengatakan, bantuan seperangkat alat perbengkelan dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya yang bergerak di perbengkelan. “Kepada para penerima agar alat-alat perbengkelan ini betul-betul difungsikan sesuai dengan harapan kami. Jangan sampai dijual dan agar dirawat dengan baik sehingga bisa meningkatkan penghasilan”. Tegasnya

Alat-alat tersebut yang nilainya sekitar Rp. 300 juta, setiap unit alat yang diserahkan terdiri dari mesin las listrik, alat ngecat, tolkit, kompresor dan dilengkapi dengan jenset.  

100_7280

BAZAR LAMONGAN MUHARRAM DI BUKA

Bupati Lamongan H. Fadeli SH, MM membuka kegiatan Bazar Lamongan Muharram (BLM) tahun 2013. (30/11)

Kegiatan yang berlangsung selama 9 hari mulai tanggal 30 Desember ini bertempat dengan di Alun-Alun Kota Lamongan. Dalam sambutannya Bupati Fadeli menyambut baik kegiatan ini, karena bisa meramaikan peringatan tahun baru 1 Muharram 1435 H. “ Melihat para peserta yang begitu antusias menandakan mereka para peserta cukup bersemangat mengikuti acara ini.  Semoga mereka dapat sukses dan meraih keuntungan dengan usahanya. “harapnya.

Sebelumnya kepala Dinas Koperasi, Industri dan Perdagangan Lamongan Drs. Aris Wibawa, MM yang juga Ketua Seksi Bazar menjelaskan, bazar diikuti oleh 187 peserta terdiri dari para pengrajin Lamongan, pengusaha, dan para PKL serta diramaikan juga dengan permainan anak-anak dan panggung hiburan.

“ Bazar kali ini diperuntukan untuk para pengunjung tanpa dipungut biaya (gratis) dimaksudkan agar bisa betul-betul dinikmati oleh masyarakat. “jelasnya

LAMONGAN GELAR BLM

Memperingati tahun baru hijriyah 1 Muharram 1435 H Pemkab Lamongan menggelar berbagai acara diantaranya Bazar Lamongan Muharram (BLM) tahun 2013.

Acara yang bertempat di Alun-Alun kota Lamongan berlangsung selama 9 (sembilan) hari, mulai tanggal 30 Nopember 2013.

Menurut rencana akan diikuti oleh 100 peserta yang akan menempati stand-stand di acara tersebut, melibatkan pengusaha, pengrajin, dan PKL (pedagang kaki lima).

Menurut Kepala Dinas Koperasi, Industri dan Perdagangan Lamongan yang juga Ketua Seksi Bazar, Drs. Aris Wibawa, MM kegiatan ini dimaksudkan untuk meramaikan datangnya tahun baru hijriyah dan untuk mempromosikan serta memasarkan produk-produk pengrajin Lamongan. “ Ini adalah momen penting untuk membantu para pengrajin mengenalkan sekaligus menjual produknya. Karena produknya belum tentu sudah dikenal oleh masyarakat Lamongan sendiri. Setelah mengenal diharapkan bisa tertarik dan terjadilah transaksi pembelian “, jelasnya.

Ia juga menerangkan bazar kali ini diikuti oleh sebagaian besar PKL Lamongan. Selama ini para PKL dalam menjual dagangannya sudah teralokalisir dengan baik sehingga tidak terjadi konflik atau gejolak. Para PKL sudah begitu nyaman dalam bekerja. Beberapa tempat PKL diantaranya, Rest Area, Jalan Laras Liris, dan seputar Alun-Alun Kota Lamongan. “ Saat ini jumlah PKL yang tercatat di Dinas kami mencapai sebanyak 270 orang. Mereka sudah mempunyai tempat-tempat lokasi berdagang sendiri-sendiri sehingga nampak tertib dan tidak mengurangi keindahan kota, bahkan terasa menghidupkan suasana Kota Lamongan. Dengan diikutkan kegiatan bazar ini termasuk bagian dari pembinaan untuk PKL, “ tambahnya.    

Kegiatan BLM ini juga diisi panggung gembira menampilkan kreasi pelajar Lamongan dan arena permainan anak-anak.

EMPING JAGUNG MASIH PRIMADONA

Menapak tahun ke lima usaha emping jagung milik Sri Wahyuni, SP (45) warga Kedungpring semakin berkibar. Berbagai pesanan dalam bentuk mentah maupun yang siap dikonsumsi terus mengalir baik dari luar pulau maupun kota-kota besar di pulau Jawa bahkan berhasil menembus pasar ekspor ke Chicago dan Malaysia.  “Alhamdulillah, produk emping asli Lamongan ini bisa dijual ke pasar luar negeri seperti Chicago juga Malaysia. Di sinipun para langganan masih tetap menyukai produk emping jagung ini,” kata Yuni di sela-sela menata produknya di show room produk unggulan Lamongan  (7/10)

Karena sudah dikenal maka produknya yang dipasarkan melalui show room ini, cukup banyak peminat yang membelinya. Setiap bulan bisa dipastikan Yuni memasok produknya dan sekaligus mengganti yang belum laku. Produknya memang banyak yang suka  termasuk Ny. Hj. Makhdumah Fadeli. Saat itu memasuki stand demi stand peserta Pekan Raya Lamongan (PRL) beberapa bulan lalu. Kata Yuni beliaunya tertarik daganganya lantaran kemasanya sudah dirubah menjadi sangat menarik dan bagus berlabel Koko Nono. Saat itu Ibu Ketua Tim Penggerak PKK yang juga Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Lamongan memborong sebanyak 25 Kg.

Sewaktu berada di standnya Yuni, Makhdumah berpesan, agar  produk yang telah dikenal orang banyak ini dipertahankan bahkan di kembangkan sehingga semakin sukses karena memang sudah pada tahapan dicari orang. Kini apalagi sudah diberi kemasan yang cantik, bagus dan nampak lebih higienes tentu akan lebih merangsang minat untuk membeli, pesanya.

Lebih lanjut dikatakan, bila para pengrajin bisa sukses maka bisa memacu pertumbuhan perekonomian di Lamongan dan lebih dari itu maka tenaga kerja juga makin banyak terserap.

Ditempat yang sama Kepala Dinas Kopindag Lamongan Drs. Aris Wibawa, MM mengatakan, pihaknya secara terus menerus secara periodik mengadakan pembinaan pada para pengrajin, baik bagi pemula maupun bagi yang sudah lama. Bagi pengrajin yang sudah lama berproduksi, biasanya tentang kemasan. “Masih banyak kita jumpai produk-produk pengrajin yang kurang memperhatikan kemasannya. Padahal kami selalu mengingatkan akan pentingnya kemasan terhadap suksesnya pada penjualan. Sebaik apapun produk, apabila kemasannya tidak menarik maka harganyapun menjadi murah. Sebaliknya dengan kemasan yang bagus maka bisa mengangkat harga suatu produk. Apalagi nampak higienes,” kata Aris.

Selain itu untuk membantu mempercepat pemasaran, para pengrajinjuga sudah dilatih menggunakan media maya web site, sehingga lebih mudah menembus pasar nasional bahkan dunia.

Yunipun mengakui, dengan kemasan yang baru ini produknya bisa menembus beberapa super market, mall diantaranya Giant Surabaya.

100_6791

 

 

 

 

 

 

 

Ny. Hj. Makhdumah Fadeli, memegang produk emping jagungnya Yuni, saat di stand PRL.