KOPPELA INGIN STUDY BANDING

Komunitas Pengusaha / Pengrajin Lamongan (Koppela) berencana akan study banding ke Banyuwangi dan Jogyakarta. Dipilihnya kedua kota tersebut karena terdapat pengrajin, UKM yang sudah maju sehingga bisa sebagai acuan atau tempat ngangsu kawruh. Demikian disampaikan H. Miftakhul Khoiri Ketua Koppela saat rapat rutin paguyuban tersebut (11/4).

FASILITASI PENGEMBANGAN UKM

"Banyak UKM  di Lamongan yang tidak mempunyai jaminan fisik yang dijadikan agunan ke bank sehingga berpengaruh terhadap produktivitasnya. Selain UKM-UKM yang ada,lemah dalam pengelolaan keuangannya dan juga tirdak punya akses ke perbankan langsung. Inilah yang menjadi handicap kemajuan UKM di Lamongan, :ujar Kadis Koperasi, Industri dan Perdagangan Kabupaten Lamongan usai memfasilitasi pertemuan pengusaha UKM dengan Bank UMKM Jatim, BPN dan Telkom Lamongan di Balai Desa Tritunggal Kec/ Babat (18/4).

FESTIVAL MASAKAN NASI BORANAN TAHUN 2014

FESTIVAL MASAKAN

NASI BORANAN TAHUN 2014

 

Waktu                            :     Tanggal  27 April 2014     

                                           Jam 07.00 s/d 10.00 WIB

Tempat                         :      Tribun Alun-alun Lamongan

Peserta                         :     1. Penjual Nasi boranan

                                          2. Umum

Juri                                  :  1. Ketua Dekranasda

                                          2. Akademisi / Perguruan Tinggi

                                          3. Praktisi / Ahli gizi

Hadiah                           :

  1.  Rp.   1.000.000,-
  2.  Rp.      750.000,-

     3.   Rp.      500.000,-

Ketentuan Lomba:

  1. Peserta adalah warga Lamongan, penjual nasi boranan atau umum
  2. Tiap peserta memasak untuk porsi 5 orang
  3. Tiap peserta yang tidak juara akan mendapatkan uang ganti masak Rp. 50.000,-
  4. Masakan peserta menjadi hak dan dimiliki panitia
  5. Yang diambil juara 1, 2 dan 3 disamping dapat uang pembinaan juga dapat piagam
  6. Tiap peserta harus menyertakan resep masakan
  7. Tempat pendaftaran di Dinas Koperasi, Industri dan Perdagangan Kabupaten Lamongan.

Jl. Panglima Sudirman No. 94 Lamongan Telp. (0322) 321501 paling lambat tanggal 25 April 2014 pada jam kerja.

     

     Contack Person: 1. Bp. BAMBANG HANDOKO     Hp. 081 332 27 1900

                                2.  Bp. EKO BUDI SUGIHARTO  Hp. 081 553 204 336

                                3. Sdr. NUR MEI ROSALIA         Hp. 085 731 555 860

                  

 

 

Latar Belakang

Salah satu identitas dari suatu daerah adalah makanan khas. Di Kabupaten Lamongan terdapat beragam makanan khas yang sudah dikenal secara regional Jawa Timur bahkan nasional seperti Soto, Tahu campur, dan Wingko. Selain itu sebenarnya jenis makanan yang sangat khas dari Lamongan cukup banyak, salah satu diantaranya nasi boranan. Makanan ini mempunyai ciri khas bumbu yang rasanya khusus dan lezat. Demikian pula ikannya berbeda dengan makanan yang lain dan lebih cenderung menggunakan ikan sili.

Selama ini di Kota Lamongan sangat mudah didapat karena para penjual nasi boranan lebih banyak memilih tempat yang strategis dan mudah dijangkau pembeli. Mereka dengan kelengkapan sederhana seperti boran, kaloh, dan terbeberlah makanan yang siap dinikmati. Tempatnya pun cenderung lesehan dipinggir jalan.

Makanan ini sepanjang waktu  mewarnai setiap sudut Kota Lamongan karena mereka dari para penjualnya menggunakan sistem giliran. Umpama penjual yang mangkal di suatu tempat pukul 07.00 hingga 13.00 WIB pulang maka akan digantikan giliran selanjutnya 13.00 s/d 18.00 WIB dan seterusnya sehingga tidak pernah ada lowong dari penjual nasi boranan.

Kebanyakan dari para penjual nasi boranan tersebut berasal dari Dusun Kaotan Desa Sumberrejo dan Dusun Karangmulyo Kelurahan Sukomulyo Kecamatan Lamongan. Adapun jumlah penjual nasi boranan sekitar 300 orang lebih.

Kabisan mereka para penjual nasi boranan meracik bumbu sehingga lengkap menjadi nasi boranan adalah diperoleh secara turun temurun. Bahkan menurut legenda yang ada sudah ada sejak jaman Wali Songo. Konon waktu itu disaat para santri menyebarkan agama islam agar lebih diminati dan menimbulkan rasa betah maka disuguhi sebuah racikan yang mempunyai rasa khas  dan disukai oleh masyarakat. Dan ternyata itulah yang disebut nasi boranan dengan ikan khusus ikan sili yang bisa diartikan barang siji ojo lali yaitu selalu ingat pada Tuhan Yang Maha Kuasa. Yang juga bisa dimaksudkan sebagai insan manusia harus selalu ingat pada Sang Pencipta untuk melaksanakan segala perintah dan menjauhi laranganNya.

Oleh karena itu adalah layak apabila makanan nasi boranan sebagai salah satu identitas Lamongan untuk dipromosikan agar setingkat dengan soto ayam, tahu campur dan wingko sehingga bisa melengkapi khasanah permakanan secara nasional.

Dengan diselenggarakannya Festival Nasi Boranan, kami berharap masyarakat di Lamongan dan luar Lamongan yang belum mengenal baik rupa maupun rasanya bisa tertarik dan kemudian berkeinginan menikmatinya. 

   

Maksud dan Tujuan

Meningkatkan dan mengembangkan wawasan, pengetahuan dan pemahaman tentang makanan khas  Lamongan serta kemampuan potensi sumber daya manusia dalam proses pembuatannya.

Meningkatkan rasa cinta/kebanggaan dan sekaligus tantangan untuk terus berupaya melestarikan budaya cinta makanan khas daerah.

• Meningkatkan dan memperkuat tatanan perekonomian daerah dan nasional serta kesejahteraan bagi para penjual nasi boranan serta membuka lapangan kerja/usaha sebagai upaya mengurangi pengangguran dan memerangi kemiskinan.

 

Sasaran yang ingin dicapai

Meningkatnya peran aktif segenap lapisan masyarakat untuk melestarikan salah satu budaya makanan khas Lamongan

 

Waktu dan Tempat

Lomba Festival Makanan Nasi Boranan diadakan tanggal 27 April 2014

• Festival makanan Nasi Boranan dilaksanakan di Tribun Alun-alun Kota Lamongan

 

P E N U T U P

Dengan digelarnya Festival Nasi boranan yang pertama kali di Kabupaten Lamongan ini tentu diharapkan bisa meningkatkan semangat dan kreatifitas para pedagang nasi boranan untuk terus meningkatkan kualitas, rasa dan tidak ketinggalan pula agar makanan yang dijual terpikirkan sisi higyenisnya sehingga bisa melanggengkan pelanggan untuk tertarik menikmati nasi boranan asli Lamongan. Disisi lain agar masyarakat di luar kota Lamongan bisa mengenal dan kemudian timbul rasa ingin mencicipi ke khasan rasa nasi boranan.

LOMBA DESAIN MOTIF BATIK LAMONGAN 2014 BAGI PELAJAR SLTA DAN SLTP

LOMBA DESAIN MOTIF BATIK

LAMONGAN 2014 BAGI PELAJAR SLTA DAN SLTP

 

Dengan thema ;

MEMPERKUAT ICON BATIK LAMONGAN

 

Syarat Umum Lomba :

• Lomba diperuntukkan bagi Pelajar SLTA dan SLTP Kabupaten Lamongan

• Peserta atas nama perorangan

• Hasil karya harus orisinil, bukan tiruan

 

Ketentuan Lomba :

•  Karya desain direalisasikan dan dituangkan pada kertas A3

•  Menggunakan cat basah

•  Setiap peserta hanya boleh mengumpulkan karya desain maksimnal 1 (satu) desain

•  Karya desain diserahkan secara langsung usai lomba kepada Panitia

• Lomba dilaksanakan tanggal 26 April 2014 Pukul 09.00 s/d 11.00 WIB bertempat di kantor Dekranasda (Showroom Diskopindag)            Jl.  Panglima Sudirman No. 94 Lamongan

Sebelumnya tehnical Meeting tanggal 22 April 2014 Pukul 08.00  WIB

bertempat di kantor Dekranasda (Showroom Diskopindag)  Jl.  Panglima Sudirman No. 94 Lamongan

• Karya desain akan diseleksi oleh Tim Juri dan dipilih Juara Utama, 1, 2 dan 3 serta harapan 1,2 dan 3 baik SLTA maupun SLTP

 

Dewan Juri bekerja secara independent dan keputusan Dewan Juri dapat dipertanggung jawabkan dan tidak dapat diganggu gugat.

 

Kriteria Penilaian :                                     Dewan Juri :

Orisinilitas (Keaslian Karya)                     • DKL (Dewan Kesenian Lamongan)

Ide Desain (Konsep Desain)                      • Instansi Pemerintah

Kreativitas & Inovasi                                 • Desainer

Estetika

Unsur ICON Lamongan

 

Pengumuman Hasil Lomba :

• Pemenang lomba akan di umumkan setelah selesai pelaksanaan lomba. Sedangkan penyerahan hadiah utama diserahkan pada event “SEMINAR BATIK” tanggal 30 April 2014.

 

Hadiah & Penghargaan :

• Semua peserta lomba akan mendapat piagam penghargaan

• Pemenang lomba Juara Utama mendapatkan Tropy dan Uang Tunai

  Juara Utama I      = Rp. 1.000.000,00

                     II     = Rp.    750.000,00

                     III    = Rp.    500.000,00

Sedangkan untuk Juara Harapan I    = Rp.   300.000,00

                                                II   = Rp.    250.000,00

                                               III   = Rp.    200.000,00     

(Adapun pajak ditanggung pemenang)

ICON LAMONGAN :

Bandeng                                      Lele

Melati                                          Singo Mengkok

WBL                                           Tanjung Kodok

Sunan Drajat                               Waduk Gondang

Goa Maharani                              Biota Laut

 

Peserta dapat menggunakan ICON salah satu atau perpaduan dari beberapa ICON tersebut.

Contak Person : 1. Abdul Rochman, M.Pd, MM        Hp. 085 775 500 399

                         2. Eko Budi Sugiharto, S.Sos.MM  Hp. 081 553 204 336

                         3. Nur Mei Rosalia, SE                  Hp. 085 731 555 860

 

LOMBA DESAIN MOTIF BATIK LAMONGAN TAHUN 2014

LOMBA DESAIN MOTIF BATIK

LAMONGAN 2014

 

Dengan thema ;

MEMPERKUAT ICON BATIK LAMONGAN

 

Syarat Umum Lomba :

• Lomba diperuntukkan khusus bagi penduduk Lamongan

• Peserta atas nama perorangan

• Hasil karya harus orisinil, bukan tiruan

 

Ketentuan Lomba :

•Karya desain direalisasikan dalam bentuk produk kain batiktulis (kain ukuran panjang 2-2,5 m, lebar 100-120 cm) dan disertakan prakiraan HARGA

•Karya desain dilengkapi dengan penjelasan singkat mengenai    konsep desain

•Setiap peserta hanya boleh mengumpulkan karya desain maksimnal 3 (tiga) desain

•Batik yang sudah pernah diajukan/diikutkan lomba tidak diperbolehkan  diikutkan kembali

•Diharuskan “BATIK TULIS” dan Batik Cap, Batik Printing, Batik dari daerah lain TIDAK diperbolehkan mengikuti lomba.

•Karya desain dan penjelasannya diserahkan secara langsung ke Sekretariat Panitia Lomba Dinas Koperasi, Industri dan Perdagangan Kabupaten Lamongan Bidang Promosi & Pemasaran, Jl. Panglima Sudirman No. 94 Lamongan Telp. (0322) 321501. Selambat-lambatnya tanggal 28 April Tahun 2014 Jam 15.00 WIB

•Karya desain yang masuk akan diseleksi oleh Tim Juri dan dipilih 10 (sepuluh) karya terbaik dan 3 (tiga) diantaranya Juara Utama.

 

Dewan Juri bekerja secara independent dan keputusan Dewan Juri dapat dipertanggung jawabkan dan tidak dapat diganggu gugat.

 

Kriteria Penilaian :                                     Dewan Juri :

Orisinilitas (Keaslian Karya)                     • Akademisi

Ide Desain (Konsep Desain)                     • Instansi Pemerintah

Kreativitas & Inovasi                                 • Desainer

Estetika

Unsur ICON Lamongan

 

Pengumuman Hasil Lomba :

• Pemenang lomba akan di umumkan pada event “SEMINAR BATIK” tanggal 30 April 2014.

 

Hadiah & Penghargaan :

• Semua peserta lomba akan mendapat piagam penghargaan

• Pemenang lomba mendapatkan Tropy dan Uang Tunai (pajak ditanggung   pemenang)

  Juara I           = Rp. 6.000.000,00

  Juara II          = Rp. 4.000.000,00

  Juara III         = Rp. 2.000.000,00

  Juara harapan = 4 s/d 10 masing-masing mendapatkan      Rp. 1.000.000,00     

 

ICON LAMONGAN :

Bandeng                                       Lele

Melati                                           Singo Mengkok

WBL                                            Tanjung Kodok

Sunan Drajat                                 Waduk Gondang

Goa Maharani                                Biota Laut

 

Peserta dapat menggunakan ICON salah satu atau perpaduan dari beberapa ICON tersebut.

Contak person : 1. Eko Budi Sugiharto, S.Sos,MM     Hp. 081 553 204 336

                        2. Nur Mei Rosalia, SE                     Hp. 085 731 555 860            

KSU KENCANA MAKMUR DIBANTU PERALATAN PEMBUATAN ES

 

Koperasi Serba Usaha (KSU) Kencana Makmur Sugihan Kec. Solokuro mendapat bantuan fasilitas mesin peralatan pabrik es. Penyerahanya dilakukan oleh Kepala Dinas Koperasi Industri dan Perdagangan (Kopindag) Lamongan Drs. Aris Wibawa, MM kepada Ketuanya Drs. Kasdari, MPd bertempat di pabrik es milik koprasi tersebut (7/12) disaksikan Direktur Industri Minuman dan Tembakau Dirjen Industri Agro Kementrian Perindustrian RI Ir. Enny Ratnaningtyas, MS.

Untuk memperjelas bantuan dari Kementrian Perindustrian kepada Pemkab Lamongan serta pihak penerima KSU Kencana Makmur, juga dilakukan penandatanganan MOU antara Ir. Enny Ratnaningtyas, MS mewakili Kementrian Perindustrian RI, Pemkab Lamongan oleh Drs. Aris Wibawa, MM dan disaksikan langsung penerima bantuan Ketua KSU Kencana Makmur Drs. Kasdari, MPd.

Pada kesempatan tersebut Enny Ratnaningtyas mengatakan, bantuan mesin atau peralatan teknologi proses es balok senilai Rp. 1,9 milyar ini bertujuan agar produksi es balok di wilayah ini bisa lebih tercukupi. “Es balok disamping di konsumsi oleh warga masyarakat, juga yang tidak kalah banyaknya adalah untuk mencukupi kebutuhan nelayan selepas mendapatkan hasil tangkapan ikanya  agar kualitasnya tidak rusak.  Jadi bisa untuk meningkatkan kemampuan dan kualitas daya simpan produk hasil laut nelayan yang pada akhirnya dapat memberikan kontribusi perekonomian dan meningkatkan daya saing pula,” jelas Enny.

Ditempat yang sama Aris Wibawa juga menegaskan, bantuan ini sangat tepat diberikan karena lokasi pabrik es ini di Desa Sugihan Kecamatan Solokuro yang berdekatan dengan Pelabuhan Nusantara, TPI Brondong dan TPI yang ada di Kecamatan Paciran seperti TPI Kranji juga TPI Weru. “Setiap hari hasil tangkapan ikan laut dari TPI di dua kecamatan tersebut cukup besar jumlahnya. Ini sangat membutuhkan daya dukung untuk menyimpan hasil tangkapan seperti es balok. Ini tidak boleh telat dan pabrik es ini diharapkan dapat selalu mensuplai kebutuhan tersebut,” kata Aris.

Sedangkan Kasdari, menyambut baik perhatian pemerintah terhadap lembaga yang dipimpinnya. “Kami sungguh sangat berterima kasih atas bantuan ini, tentu akan kami maksimalkan guna dan fungsinya sebaik-baiknya agar dapat bermanfaat baik bagi KSU Kencana Makmur juga masyarakat pengguna es balok”, tuturnya

PERALATAN PEMBUATAN ES BALOK