KADO ISTIMEWA DI TAHUN 2013

 

Kereta Api SULAM

komuterKereta Api Surabaya-Lamongan atau dikenal sebagai Kereta Api Komuter SULAM (Surabaya-Lamongan) merupakan salah satu Kereta Api Komuter yang melayani jalur utara.

Kereta api Sulam (surabaya lamongan) merupakan kereta api jenis komuter yang melayani penumpang dari stasiun Surabaya pasar turi tujuan akhir stasiun lamongan. Kereta api Surabaya Lamongan akan berhenti di stasiun Kandangan, Benowo, Cerme, Duduksampeyan terakhir Lamongan.

Jadwal kereta api sulam untuk keberangkatan dari Surabaya Pasar Turi diberangkatkan pada pagi dan sore hari. Jadi ada dua kali keberangkatan tiap harinya. Harga tiket kereta api Surabaya Lamongan di banderol dengan harga Rp 2000 (dua ribu rupiah) sekali perjalanan.

Dishub LA Beserta Instansi Terkait Melakukan Patroli Laut

100_2548Untuk mendukung pelaksanaan tugas pengawasan di perairan sebagai upaya mencegah berbagai tindakan penyelundupan yang sering terjadi melalui laut serta meningkatkan keselamatan di laut, Dinas Perhubungan Lamongan bekerja sama dengan instansi terkait melakukan Patroli Laut Terpadu.

Dishub LA Melakukan Survey Lalu Lintas Harian Rata-rata

Foto0277Lalu lintas harian rata-rata disingkat LHR adalah volume lalu lintas yang dua arah yang melalui suatu titik rata-rata dalam satu hari, biasanya dihitung sepanjang tahun. LHR adalah istilah yang baku digunakan dalam menghitung beban lalu lintas pada suatu ruas jalan dan merupakan dasar dalam proses perencanaan transportasi ataupun dalam pengukuran polusi yang diakibatkan oleh arus lalu lintas pada suatu ruas jalan. Guna akurasi data dalam perencanaan sistem trasportasi di kota Lamongan, maka Dinas Perhubungan Lamongan melakukan kegiatan survey lalu lintas harian rata-rata (LHR). Pemerintah mempunyai tujuan untuk mewujudkan lalu lintas dan angkutan jalan yang selamat, aman, cepat, lancar, tertib dan teratur, nyaman dan efisien melalui manajemen lalu lintas dan rekayasa lalu lintas.

MANFAAT PENGANGKUTAN MULTIMODA

1. Kemudahan Pengurusan Dokumen

Penyelengaraan pengangkutan multimoda akan menciptakan kepastian dan kemudian bagi penumpang/pengirim barang karena tidak direpotkan oleh pengurusan dokumen pengangkutan disetiap simpul keberangkatan. Semua masalah pembayaran biaya dan dokumen pengangkutan multimoda sudah diselesaikan disimpul pemberangkatan pertama. Dengan demikian, penumpang terbebas dari kondisi dan situasi yang tidak pasti serta ketidaktahuan tentang pengurusan dokumen/tiket di setiap simpul sepanjang rute.

2. Efisiensi Biaya Pengangkutan

Penyelenggaran pengangkutan multimoda akan lebih efisien jika dibandingkan dengan pengangkutan bersambung antar moda pengangkutan. Pada pengangkutan multimoda, pembayaran biaya pengangkutan dilakukan sekali saja ditempat pemberangkatan dengan satu dokumen pengangkutan. Dengan cara demikian, dapat dihindari sistem percaloan dan pencabutan serta ketidaktertiban. Sebaliknya, pada pengangkutan bersambung, penumpang/pengirim akan direpotkan oleh pengurusan dokumen pengangkutan yang penuh dengan percaloan dan pencatatan serta ketidaktertiban yang mungkin dapat merugikan penumpang. Jadi pengangkutan multimoda merupakan biaya solusi untuk menghindari pengangkutan biaya tinggi yang bersumber dari percaloan dan pencatutan serat ketidaktertiban.

3. Keamanan dan Ketertiban Pengangkutan

Penyelenggaraan pengangkutan multimoda akan memberikan rasa aman dan tertib kepada penumpang/pengirim karena perusahaan penyelenggara sudah menyiapkan pengawalan dan penjagaan selama perjalanan berlangsung. Tempat pemberhentian untuk makan dan ibadah sudah ditentukan dan diatur keamanan dan kebersihannya. Dengan demikian, penumpang tidak perlu khawatir terhadap gangguan keamanan, keselamatan, ibadah, ataupun kehilangan barang karena sudah diamankan sejak tempat pemberangkatan pertama dan selanjutnya diamankan oleh agen perusahaan pengangkutan multimoda yang telah ditunjuk disimpul-simpul tertentu sepanjang rute perjalanan.

4. Upaya Memajukan Pariwisata

Penyelenggraan pengangkutan multimoda merupakan upaya menumbuhkan dan mengembangkan serta memajukan sektor pariwisata. Penyelenggaraan pengangkutan multimoda akan mengandung banyak wisatawan domestik dan mancanegara untuk berkunjung ke objek-objek wisata dengan aman, tertib, dan biaya relatif murah. Jika wisatawan itu dari mancanegara, maka mengundang masuk devisa ke Indonesia serta memberi kesempatan kerja bagi para pemandu wisata profesional. Karena itu Penyelenggraan pengangkutan multimoda akan menjadi pendorong pengembangan wisata, pengembangan infrastruktur, dan peningkatan devisa negara, serta lapangan kerja bagi para pemandu wisata profesional.

5. Pengembangan Hukum dan Sumber Daya Manusia

Undang-undang pengangkutan yang sudah berlaku kini adalah:

a. Undang-undang No 14 Tahun 19992 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan

b. Undang-undang No15 Tahun 1992 Tentang Penerbangan;

c. Undang-undang No 21 Tahun 1992 Tentang Pelayaran.

Ketiga undang undang tersebut hanya mengatur sistem moda pengangkutan yang masing-masing berdiri sendiri, menjadi dasar pengangkutan bersambung antar moda pengangkutan. Ketiga undang-undang tersebut belum mengatur pengangkutan multimoda yang menjadi dasar penyelenggaran multimoda sebagai gabungan dari dua atau lebih moda pengangkutan.

PAM Malam Minggu di Alun-alun LA

Foto0002 Guna mengamankan aktifitas malam minggu di sekitar alun-alun Lamongan, personil Dinas Perhubungan LA melakukan PAM malam minggu.

Tujuan PAM weekend adalah :

  • Sangat berorientasi kepada pejalan kaki, termasuk fasilitas pejalan kaki yang mencukupi, fasilitas pendukung seperti penyeberangan pejalan kaki yang nyaman untuk digunakan.
  • Memberikan manfaat bagi masyarakat secara keseluruhan dan menjadikan kawasan lebih nyaman untuk digunakan.
  • Mengurangi konflik antara kendaraan bermotor dengan kendaraan lainnya termasuk dengan kendaraan tidak bermotor, termasuk menurunkan kecepatan kendaraan dengan menggunakan rambu ataupun secara fisik, membatasi akses jalan ataupun akses bagi kendaraan tertentu,

Diguyur Hujan…, Dishub LA Tetap melakukan Preventive Maintenance APILL

 SFoto0006emangat tak kenal lelah dan beban tanggung jawab di pundak para personil Dinas Perhubungan patut diacungi jempol. Walaupun dalam cuaca buruk diguyur hujan, personil Dinas Perhubungan Lamongan masih melakukan kegiatan preventive maintenance APILL demi meningkatkan pelayanan publik.

Ring Road Utara Kurang 30 Persen

Meski fungsinya sangat vital dan mendesak, pembangunan ring road (jalan lingkar) utara kota Lamongan dipastikan belum akan terealisasi dalam waktu dekat. Sebab pembebasan lahannya belum tuntas. Pembebasan lahannya (untuk ring road utara Lamongan) masih kurang 30%. Menurut perencanaan ring road utara tersebut sudah sejak 1998. Ring road direncanakan akan dibangun melingkar di sebelah utara Kota Lamongan, yakni dari utara timur mulai Desa Rejosari, Kecamatan Deket hingga desa Plosowahyu Kecamatan yang berada di sebelah barat Kota Lamongan. Untuk pembuatan ring road tersebut dibutuhkan pembebasan lahan seluas 295.059 meter persegi.

Sosialisasi Cara Berhenti di Stop Line

Foto0285Para personil Dinas Perhubungan turun gunung ke jalan-jalan protokol melakukan sosialisasi tata cara berhenti di stop line, hal ini demi terciptanya tertib lalu lintas. Mudah-mudahan kondisi ini bisa mengurangi tingkat angka kecelakaan di jalan, menuju ke zerro accident.

TIPE KAPAL

Kapal adalah sarana transpotasi air yang digunakan untuk mengangkut barang, hewan, manusia dari tempat yang satu ke tempat yang lain. Selain itu kapal juga dapat digunakan sebagai alat pertahanan, rekreasi, laboratorium maupun kapal kerja. Sehingga dilihat dari muatan yang diangkut maka kita kenal berbagai tipe kapal seperti : general cargo ship, tanker ship, bulk carrier ship, container ship, ro-ro ship, passanger ship.
1. General Cargo ship 
 General Cargo ship adalah kapal yang digunakan untuk mengangkut barang berbagai macam – macam cargo dalam bentuk karungan, peti-petian, palet atau jenis lain. Kapal general cargo dilengkapi dengan sarana dan prasarana pemuatan dan pembongkaran. Akses ke dalam ruang muat dilengkapi dengan sistem buka tutup yang berada di deck yang disebut dengan hatches (lubang palka) yang dilengkapi dengan hatches cover.
2. Tanker ship 
 Tanker shipadalah kapal yang mengankut muatan dalam bentuk cairan dalam jumlah yang besar. Jenis dari kapal tanker ini antara lain oil tanker, chemical tanker, liquid gas tanker.
 3. Bulk Carrier 
 Bulk Carrier adalah kapal yang mengankut muatan dalam bentuk curah atau biji-bijian. Muatan yang diangkut seperti ; batubara, biji besi, semen bentuk curah, gandum, kedelai, gula dan lain-lain. Pada umumnya sekali memuat satu jenis komoditi cargo. Kapal Bulk carrier hanya memiliki single deck saja.
4. Kapal Container
 Kapal Container adalah kapal yang memuat muatan yang sudah dimasukkan kedalam Container. Kapal container merupakan tipe kapal liner.
5. Kapal Ro-ro ( Roll on – Roll off ) 
 Kapal Ro-ro ( Roll on – Roll off ) adalah kapal yang di design sedemikian rupa sehungga proses pemuatan dan pembongkaran muatan melalui Ramps Door ( stern ramps atau bow ramps)
6. Kapal Passanger 
 Kapal Passanger  adalah kapal yang di desaign untuk mengangkut penumpang. Namun juga dapat memuat cargo dalam jumlah yang sedikit.

JARAK AMAN BERKENDARA DI JALAN RAYA

Menurut data statistik Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Departemen Perhubungan, faktor manusia sebagai penyebab kecelakaan di jalan mencapai 90 persen. Faktor tersebut dipicu kurang disiplinnya pengemudi menjaga jarak aman dengan mobil di depannya (safe following distance). Berikut beberapa panduan dan patokan untuk mengetahui jarak aman menurut Indonesia Defensive Driving Center dalam buku Safety Driving kerja sama dengan Proton.

 

Selang 3 detik


Jarak aman antar kendaraan saat melaju adalah 3 detik. Dengan asumsi, reaksi manusia biasanya membutuhkan waktu 1,5 – 2 detik, ditambah reaksi mekanis mobil saat pengereman 0,5 – 1 detik. Trus, untuk patokan bisa menggunakan benda diam di pinggir jalan misalnya pohon, papan rambu, reklame atau tanda lain. Caranya, ketika mobil di depan Anda melewati tanda tersebut, hitung berapa waktu yang Anda butuhkan untuk mencapai titik tersebut. Bila kurang dari 3 detik berarti jarak terlalu dekat.

Patokan tersebut tidak berlaku pada saat hujan. Selang waktu yang ideal menjadi 4 sampai 5 detik. Sedangkan ketika melintas di jalan licin, jarak ideal bisa dua kali lipat dari normal.

 

Jarak konvensional


Departemen Perhubungan memperkenalkan cara mudah untuk mengukur jarak aman, dengan perhitungan jarak yang berbanding lurus dengan kecepatan mobil. Sebagai contoh, mobil melaju dengan kecepatan 60 kpj berarti memiliki jarak aman 60 m. Begitu pula ketika berada di 100 kpj, otomatis idealnya 100 m.

Jika sulit memperkirakan jarak tersebut, Anda bisa menggunakan patokan ‘mata kucing’ yang biasanya berada di tengah jalan. Jarak antara tanda tersebut adalah 50 m.