Seperti di tahun tahun sebelumnya, tahun 2015 Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan melaksanakan Penilaian Kinerja Puskesmas. Kegiatan ini merupakan upaya untuk melakukan penilaian hasil kerja/ prestasi Puskesmas. Selengkapnya »

Mungkin sepuluh tahun lalu, tidak ada yang akan mengira bahwa internet akan sangat mudah diakses oleh siapa saja, termasuk anak anak. Namun sekarang, berkat koneksi yang murah dan jaringan yang sudah menyebar kemana mana, internet sudah menjadi bagian integral dari keluarga, dan anak anak, adalah pemakai yang paling setia, entah itu untuk bermain game, chatting, browsing, ataupun mengakses media sosial (facebook, twitter, instagram, dll). Selengkapnya »

Guna meningkatkan peran kader pos pelayanan terpad (posyandu) dalam pelayanan kesehatan masyarakt, Dineas Kesehatan Propinsi Jawa Timur mengadakan Jambore Kader Taman Posyandu Propinsi Jawa Timur 2015. Sedikitnya 215 peserta mengikuti kegiatan yang berlangsung pada 19-22 Mei 2015 di Latkermas Murnajati, Lawang, Kabupaten Malang. Selengkapnya »

Pada tanggal 3 Juni 2015, bertempat di Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan, diadakan acara pelepasan peserta Program Internsip Dokter Indonesia Angkatan ke-3, mereka terdiri dari 15 orang dokter dengan didampingi Wakil Direktur Rumah Sakit dr. Soegiri, 3 orang dokter pendamping, dan ketua Ikatan Dokter Indonesia. Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI) merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Indonesia. Selengkapnya »

 

Halal Bihalal Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan

SONY DSC

Kadinkes Bersalam-salaman dengan segenap karyawan Dinkes Lamongan

 

Tradisi di Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan selepas bulan Ramadan adalah mengadakan halal bihalal, demikian juga tahun ini. Halal bihalal diadakan kemarin hari Rabu  tanggal 2 Juli, bertempat di auditorium lantai 1 Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan, Pukul 10.00-11.30 wib. Dengan dihadiri sekitar 200 orang pegawai di lingkup Dinas Keshatan dan Kepala Puskesmas se-Kabupaten Lamongan.

SONY DSC

 

Acara diawali dengan Sambutan dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan drg. Fida Nuraida, yang dalam kesempatan tersebut berharap agar adanya peningkatan kinerja para pegawai Dinas Kesehatan.

SONY DSCKemudian acara dilanjut dengan tausiah/siraman rohani dari Ustadzah Hj. Siti Masyiroh dari Kemenag Kabupaten Lamongan, yang berpesan agar selalu menjaga tali silaturahmi dan saling memaafkan antar sesama, baik di lingkup kantor, maupun dalam rumah tangga.

SONY DSCHalal Bihalal ini merupakan sarana komunikasi dua arah antara pejabat dan staff Dinas Kesehatan, dengan acara yang non formal dan santai, diharapkan mampu meningkatkan rasa solidaritas dan saling menghormati dan saling menghargai. Selain itu, kita juga dapat menilai kedisiplinan karyawan di minggu pertama masuk kerja setelah libur lebaran yang cukup lama. Acara diakhiri dengan makan bersama segenap jajaran pejabat dan staff yang berlangsung dalam suasana yang meriah.

 

“SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1436 H, MOHON MAAF LAHIR BATIN”

Tips-Tips Mudik Sehat

mudik-lebaranBagi anda yang bekerja di luar kota, terutama yang terletak jauh dari kampung halaman, saat lebaran adalah momen yang ditunggu tunggu karena bisa melakukan perjalanan kembali ke kampung halaman untuk bertemu dan berkumpul dengan orang tua, saudara, dan teman lama. Perjalanan pulang ke kampung halaman ini disebut dengan istilah mudik.

Berikut adalah tips-tips bagi anda yang merencanakan untuk mudik agar tetap sehat setiba di kampung halaman :

Minum Obat Sebaiknya dengan Air Putih Saja, Ini Alasannya

1224195shutterstock-124784785780x390

ilustrasi

Agar obat yang pahit bisa tertelan, tak sedikit orang yang kemudian meminum obat dengan minuman berasa seperti teh, susu atau bahkan jus. Adakah efeknya?

Seperti dikutip dari berbagai sumber pada Selasa (7/7/2015), konsultan apoteker Nargis Ara menyebutkan bahwa mengonsumsi obat memang sebaiknya dilakukan cukup dengan air putih saja. Ini karena air putih bersifat netral dan tak mengandung zat-zat lain yang dapat memengaruhi proses penyerapan obat.

Sebaliknya, Ara menjelaskan bahwa kebiasaan mengonsumsi obat dengan minuman lain misalnya jus jeruk, dapat memberikan pengaruh pada kandungan si obat itu sendiri.

Ingin Anak Suka Makan Sayur? Kenalkan Sejak dalam Kandungan

0904335shutterstock-124143805780x390

ilustrasi

Sering kali orangtua merasa kesulitan menghadapi anak yang tidak suka sayur. Sebab, sayuran, juga buah-buahan merupakan makanan sehat dan baik untuk tumbuh kembang anak. Untuk itu, orangtua penting mengenalkan sayur pada anak sedini mungkin, bahkan sejak si kecil masih dalam kandungan.

Dokter Spesialis Anak Konsultan Nutrisi dan Penyakit Metabolik Damayanti S. Sjarif mengatakan, dalam penelitian yang pernah dilakukan, anak sudah mengenal rasa sejak dalam kandungan. Apa yang dimakan ibu saat hamil, itu pula yang masuk ke dalam tubuh bayi dan digunakan untuk pertumbuhannya.”Rasa itu disimpan semua di otaknya. Kalau ibu tidak suka makan sayur, jangan harap gampang ngenalin sayur ke anak,” ujar Damayanti di Jakarta beberapa waktu lalu.

Begitu pula saat menyusui. Gizi seimbang tak hanya saat hamil, tapi juga penting saat menyusui. ASI eksklusif selama 6 bulan dapat membuat anak mengenal rasa dari apa yang sering dikosumsi ibunya. Sayur kemudian bisa langsung dikenalkan pada anak saat memberikan makanan pendamping ASI. Namun, dalam jumlah yang tidak terlalu banyak.

Pengenalan kosumsi sayur pada anak sebaiknya dilakukan sebelum usia 1 tahun. “Kalau lewat dari usia itu, nanti anak kenal apa-apa. Makin susah nanti ngenalin sayur ke anak,” terang dokter dari Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu.

Kenalkan dengan cara yang menyenangkan dan tidak memaksa si kecil makan sayur. Kombinasikan sayuran dalam menu makanan lain yang menarik, sehingga secara perlahan anak bisa menyukai sayur.