Sorgum

Resize Wizard-1  Resize Wizard-2

SEKILAS TANAMAN SORGUM

Tanaman sorgum di Indonesia sebenarnya sudah sejak lama dikenal tetapi pengembangannya tidak sebaik padi dan jagung, hal ini karena masih sedikitnya daerah yang memanfaatkan tanaman sorgum sebagai bahan pangan. Tanaman ini mempunyai prospek yang sangat baik untuk dikembangkan secara komersial di Indonesia, karena didukung oleh kondisi agroekologis dan ketersediaan lahan yang cukup luas. Sorgum juga sangat potensial untuk diangkat menjadi komoditas agroindustri karena mempunyai beberapa keunggulan seperti dapat tumbuh di lahan kering dan sawah pada musim kering/kemarau, resiko kegagalan kecil dan pembiayaan (input) usahataninya relatif rendah.

Nama sorgum belum banyak dikenal oleh kalangan petani seperti halnya padi, jagung, atau singkong. Petani di Jawa mengenalnya sebagai jagung cantel (cantel) yang ditanam secara tumpang sari dengan tanaman pangan lain. Sementara di sebagian daerah Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur, sorgum sudah menjadi salah satu bahan pangan. Sorgum yang belum banyak dikenal orang ini menawarkan sejumlah kelebihan dibandingkan tanaman biji-bijian (serealia) lainnya. Salah satunya dari sisi kebutuhan tanaman akan air. Selama ini, konsumsi utama masyarakat Indonesia adalah beras. Beras yang berasal dari padi tersebut mengkonsumsi sangat banyak air untuk dijadikan 1 kg bahan keringnya dan menurut hasil riset dibutuhkan lebih dari 520 kg air. Sementara sorgum hanya membutuhkan 300 kg untuk menghasilkan 1 kg bahan kering. Berdasarkan riset, sorgum di Indonesia memiliki produktivitas tinggi dengan rata-rata 5-7 ton/panen/ha, lebih tinggi dari padi, gandum, dan jagung. Bahkan, produktivitasnya bisa mencapai 11 ton/ha jika kelembaban tanah tidak menjadi penghalang.

Dari nilai gizi sorgum tidak kalah dengan beras sebagai makanan pokok. Komposisi kimia sorgum banyak mengandung protein (8-12%) setara dengan terigu, sedangkan beras hanya mencapai (6-10%), dan kandungan lemaknya (2-6%) lebih tinggi dibandingkan dengan beras (0.5-1.5%). Kandungan gizi yang terdapat pada sorgum tersebut belum dapat dimanfaatkan sepenuhnya oleh tubuh karena masih ada kandungan tanin sebagai penghambat dalam proses biologis tubuh.

 

TEPUNG SORGUM

Kandungan tanin yang tinggi pada sorgum, selain mempengaruhi rasa (pahit/’sepet’), juga bersifat antigizi yang dapat mengganggu dalam proses biologi tubuh. Kandungan tanin banyak terdapat pada kulit biji sehingga perlu dilakukan pengupasan kulit biji. Pembuangan kulit biji yang banyak dilakukan petani dengan jalan menumbuk sehingga kadar tanin masih banyak menempel pada biji sorgum. Oleh karena itu untuk meningkatkan citarasa dan nilai gizi sorgum, perlu dilakukan upaya menurunkan kandungan tanin serendah mungkin. Kendala lain dalam pemanfaatan biji sorgum sebagai bahan pangan adalah kesulitan dalam penyosohan atau pembuatan ’beras’ sorgum. Perbaikan alat penyosoh sorgum terus dikembangkan agar tanin yang ada pada lapisan aleuron dapat dikurangi.

Lubis, et al., (1992) telah mengembangkan alat penyosoh sorgum yang sudah dapat mengurangi lapisan aleuron yang terdapat pada biji sorgum menjadi 85-90%. Perbaikan alat penyosoh sorgum terus dilakukan dengan memanfaatkan alat penyosoh beras yang sudah dimodifikasi sehingga diperoleh beras sorgum yang rendah tanin. Dengan memodifikasi alat penyosoh beras menjadi penyosoh sorgum diharapkan para petani dapat memanfaatkannya karena alat penyosoh beras ini banyak terdapat sampai ke daerah pedesaan. Dari beras sorgum (sorgum sosoh) tersebut kemudian dapat diolah menjadi tepung sorgum melalui proses penepungan dan selanjutnya dapat digunakan sebagai bahan baku berbagai produk makanan seperti wingko, kue bolu, brownies, rempeyek dan lain-lain.

Berikut adalah contoh produk olahan dari Sorgum:

Untitled-2

 

LUAS TANAMAN SORGUM DI KECAMATAN BABAT

TAHUN 2012

No.

Desa

Luas Tanam (Ha)

Produktivitas (Rata-rata kw/ha)

Produksi (ton)

1

Sambangan

240

67

1608

2

Bulumargi

5

68

34

3

Patihan

125

66

825

4

Keyongan

224

67

1500,8

5

Kebonagung

10

66

66

6

Tritunggal

20

65

130

7

Moropelang

3

67

20,1

8

Kebalandono

7

67

46,9

JUMLAH

634

67

4230,8

One Response to Sorgum

  1. Raja Sorgum says:

    saya kira tanam sorgum sangat prosperk didaerah lamongan apalagi daerah2 yg panen padinya cuma 1x dalam 1 tahun..seperti daerah paciran dan sekitarnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Current ye@r *